Seniman Paksi Raras Alit Soroti Quality Tourism Berbasis Budaya

  • 16 Jul 2026 13:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Seniman Paksi Raras Alit menilai arah pengembangan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) paling tepat yakni menerapkan quality tourism berbasis budaya. Menurutnya, budaya menjadi keunikan sekaligus nilai jual yang membedakan Yogyakarta dengan daerah lain.

Paksi mengatakan budaya yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan peninggalan lama atau simbol budaya. Namun juga mencakup kesenian, kreativitas, hingga karakter masyarakat Yogyakarta.

Culture di situ bukan hanya kekunoan. Ada kesenian, ada kreativitas. Ketika itu menjadi formula nantinya, saya pikir itu menjadi selling point, menjadi salah satu keunikan,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Karena itu, menurutnya daerah ini perlu mengoptimalkan potensi lain yang dimiliki, yakni budaya yang tercermin melalui sumber daya manusia, kreativitas, serta perilaku masyarakat yang bisa terwujud dalam keramahan dan ikatan rasa

Paksi menilai selama ini budaya Yogyakarta lebih sering dipahami sebatas simbol-simbol seperti batik, blangkon, becak, dan bakpia. Padahal, menurutnya, nilai budaya yang lebih mendalam justru terletak pada karakter masyarakat yang membuat wisatawan merasa nyaman berada di Yogyakarta.

“Yang sering kita baca adalah andong, becak, batik, bakpia, dan sebagainya. Tapi pernah tidak kita mengoptimalkan sifatnya? Kok bisa disebut ramah, kok orang betah di sini itu kenapa. Nah, ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama lebih dari 200 tahun Yogyakarta berdiri, akar budaya terus bertransformasi dalam bentuk-bentuk baru tanpa kehilangan keaslian, rasa, dan sifat khas Jogja yang menjadi identitas daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....