Momen Jamasan 2026, Pemkab Ngawi Kenalkan Pusaka Keris Kanjeng Kyai Parikesit

  • 05 Jul 2026 08:16 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang ke-668 di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menggelar tradisi tahunan jamasan pusaka daerah. Agenda sakral kali ini menjadi pembeda dari tahun-tahun sebelumnya seiring dikenalkannya pusaka baru daerah berupa keris bernama "Kanjeng Kyai Parikesit".

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan Pemkab Ngawi secara resmi menambah koleksi pusaka daerah piyandel agung sebagai tetenger atau peninggalan bagi para pemimpin daerah di masa depan. Pusaka Baru berupa keris dengan nama Kanjeng Kyai Parikesit. Diambil dari filosofi tokoh pewayangan parikesit sebagai perlambang sang pencari atau inovator.

“Jadi saya bersama Pak Wakil Bupati dan teman-teman panitia hari jadi, ingin menambah piyandel agung (pusaka daerah-red) Kabupaten Ngawi ini ada tetenger (pengingat-red) . Tetenger untuk setiap kepala daerah atau pimpinan dari waktu ke waktu di kemudian hari ada Tinggalan. Tinggalan Pusaka Tahun ini Kami beri nama Kanjeng Kyai Parikesit. Dengan harapan_perlambang, Parikesit ini bahasa sekertanya sang pencari. Sang pencari itu kalau bahasa modernnya inovator."kata Bupati Ony, Sabtu malam 4 Juli 2026.

Selain mengenalkan pusaka baru, Pemkab Pgawi juga melakukan penyesuaian pada prosesi kirab pusaka. Jika pada tahun-tahun sebelumnya prosesi boyong pusaka digelar besar-besaran hingga menginap di balai Desa Ngawi Purba tahun ini kirab dikemas lebih ringkas dan efisien.

Bupati Ony melanjutkan pusaka hanya dikirab mengelilingi area Pendopo Pemda dan Alun-Alun Ngawi untuk menghemat anggaran. Namun demikian, makna esensial untuk memperkenalkan dan memberikan edukasi budaya kepada masyarakat tetap tersampaikan secara optimal.

Diketahui, dengan bertambah satu pusaka daerah sehingga pusaka daerah kabupaten Ngawi menjadi lima pusaka. Meliputi Keris Kanjeng Kyai Parikesit, Tombak Kyai Singkir, Tombak Kyai Songgo Langit, Songsong Agung Tunggul Warana, dan Songsong Agung Tunggul Wulung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....