Satu Dekade Festival Keroncong Pelesiran
- 27 Jun 2026 19:17 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan- Festival Keroncong Plesiran kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional dengan resmi terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Masuknya festival ini dalam kalender pariwisata nasional merupakan bentuk pengakuan tertinggi atas konsistensi Keroncong Plesiran.
Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, selama sepuluh tahun terakhir, event ini dinilai sukses menghadirkan festival budaya berkualitas tinggi yang mengintegrasikan seni musik tradisional. Selain itu juga di sektor pariwisata, penguatan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Noel Letto dan sejumlah musisi nasional berkolaborasi dalam panggung satu dekade Keroncong Plesiran 2026. Memasuki usia penyelenggaraan yang ke-10 tahun, Keroncong Plesiran mengusung tema besar “Wander with the Rhythm of Keroncong”. Telah sukses digelar pada 13–14 Juni 2026 di Lapangan Nandi, kawasan Candi Prambanan.
Momentum satu dekade ini sekaligus menandai babak baru dalam sejarah pelaksanaannya. Untuk pertama kalinya, festival ini digelar di dalam kawasan Warisan Dunia UNESCO (UNESCO World Heritage Site), setelah pada tahun-tahun sebelumnya konsisten berpindah dari satu destinasi wisata alam ke destinasi lainnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pencapaian Keroncong Plesiran dalam mempertahankan posisinya di kurasi ketat KEN merupakan bukti nyata adaptasi dan inovasi yang kuat. Sinergi antara nilai budaya mutlak diperlukan untuk menarik minat wisatawan global maupun domestik.
Keroncong Plesiran bukan lagi sekadar pertunjukan musik lokal, melainkan penggerak ekonomi yang nyata. Keberhasilannya menembus Kharisma Event Nusantara 2026 menunjukkan bahwa festival berbasis komunitas mampu bertransformasi menjadi magnet pariwisata nasional.
Event seperti ini tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong perputaran ekonomi kreatif di daerah secara masif. Perayaan satu dekade ini bukan sekadar selebrasi perjalanan panjang sebuah festival.
Momentum ini dipandang sebagai upaya terstruktur untuk memperkuat regenerasi, meluaskan jaringan ekosistem, serta membuka ruang berkarya yang lebih inklusif bagi para pelaku musik keroncong muda di tanah air.
Keroncong tidak boleh hanya dikenal melalui lagu-lagu lama yang statis, banyak kelompok keroncong muda di berbagai daerah yang saat ini masih sangat aktif menciptakan karya-karya baru yang segar dan mereka membutuhkan ruang apresiasi yang layak.
Komitmen regenerasi tersebut dibuktikan secara konkret melalui peluncuran album kompilasi khusus yang melibatkan sepuluh kelompok musik keroncong muda berbakat dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak berhenti di situ, dalam perayaan satu dekade ini, pihak manajemen juga resmi meluncurkan buku sejarah perjalanan Keroncong Plesiran, penayangan film dokumenter eksklusif, serta penyusunan katalog anotasi mengenai maestro keroncong legendaris Indonesia, Waldjinah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....