Mengenal Program Kemenpar Tentang Liburan Cara Baru

  • 26 Jun 2026 00:12 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Memasuki masa liburan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat mengisi libur sekolah 2026 dengan mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di sekitar tempat tinggal melalui kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja". Kampanye ini mendorong masyarakat menikmati pengalaman berwisata yang lebih dekat, mudah dijangkau, terjangkau, namun tetap berkesan.

Kementerian Pariwisata telah menggelar konferensi pers tentang "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" untuk menyambut libur sekolah 2026. Tren perjalanan wisata saat ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin memilih destinasi dekat dengan waktu tempuh lebih singkat serta biaya yang lebih efisien.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata program liburan cara baru ini selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa. Selain itu juga mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah.

Sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari–April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan. Hal ini meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut diiringi perubahan pola perjalanan masyarakat yang semakin mengutamakan fleksibilitas, kenyamanan, efisiensi biaya, serta destinasi yang berada tidak jauh dari tempat tinggal. Pada 2025, perjalanan wisata antar kabupaten atau kota dalam satu provinsi menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan nusantara dengan porsi 67,7 persen dari total perjalanan nasional.

Untuk mempermudah masyarakat merencanakan perjalanan, berdasarkan arahan Menteri Pariwisata, Kementerian Pariwisata menghadirkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui platform MaiA. Platform ini membantu wisatawan memilih destinasi, menyusun rencana perjalanan, hingga menyesuaikan pilihan wisata dengan kebutuhan dan anggaran.

Selama periode libur sekolah, Kementerian Pariwisata bersama pelaku industri pariwisata turut menghadirkan 95 paket wisata yang melibatkan 40 pelaku industri. Paket tersebut menawarkan beragam pilihan wisata alam, budaya, bahari, hingga petualangan yang dirancang bagi keluarga dan pelajar dengan harga yang bervariasi.

Mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan, pemerintah juga memperkuat langkah mitigasi risiko melalui koordinasi lintas sektor. Pemetaan kawasan rawan bencana, serta penyediaan berbagai modul CHSE sebagai pedoman pengelolaan keselamatan di destinasi wisata.

Program ini diharapkan semakin mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata domestik. Namun, sebagian besar diskon berlaku untuk layanan kelas ekonomi sesuai periode yang telah ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....