KBRI Kuala Lumpur Dukung Promosi Wisata Kesehatan Sumsel

  • 09 Apr 2026 07:16 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Program pengembangan wisata kesehatan atau health tourism di Sumatera Selatan (Sumsel) terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui kegiatan familiarization trip yang melibatkan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur bersama sejumlah travel agent Malaysia di Palembang, Selasa, 7 April 2026.

First Secretary (Economy) Embassy of the Republic of Indonesia Kuala Lumpur, Maria Kusumanegari, mengatakan, kegiatan kunjungan seperti ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebanyak dua hingga empat kali dalam setahun. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus layanan kesehatan yang dimiliki daerah, khususnya di Palembang, kepada pasar internasional, terutama Malaysia.

Selain memperkenalkan destinasi wisata unggulan, para peserta juga diajak mengenal fasilitas layanan kesehatan yang menjadi bagian dari konsep Sumsel Health Tourism 2026. Adanya kunjungan ini merupakan awal dari kerjasama yang baik dalam pengembangan wisata medis. Apalagi Sumsel baru launching health tourism.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Trisnawarman, menyambut baik kunjungan Hospital Trip yang diinisiasi KBRI Kuala Lumpur bersama mitra travel agent dari Malaysia ke Sumatera Selatan. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi sekaligus masukan dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya di sektor health tourism, ke Sumatera Selatan.

Ia juga menilai kunjungan tersebut menjadi peluang untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan wisata kesehatan. “Kita juga dapat belajar banyak dari mereka, ke depan, tidak menutup kemungkinan kami dari Sumsel akan berkunjung ke Malaysia untuk melihat dan mempelajari secara langsung bagaimana pengelolaan health tourism di sana,” ungkap Trisnawarman dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu, 8 April 2026.

Ia berharap, melalui kolaborasi dan pembelajaran tersebut, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Selatan dapat terus meningkat. Ditempat yang sama, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Siti Fatimah Az-Zahra, Farida Aryani, memaparkan perkembangan rumah sakit tersebut yang dinilai sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menjelaskan, bahwa RSUD Siti Fatimah sebelumnya merupakan rumah sakit tipe B. Namun, sejak pertengahan tahun lalu, statusnya meningkat menjadi rumah sakit tipe A, setara dengan rumah sakit vertikal milik pemerintah pusat. “Awalnya ini rumah sakit tipe B, namun di pertengahan tahun lalu sudah menjadi tipe A, sama seperti rumah sakit vertikal. Ini merupakan tipe tertinggi, dan menjadi salah satu capaian penting bagi RSUD di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Taidak hanya itu, dalam pengembangan wisata kesehatan, RSUD Siti Fatimah juga telah mendapatkan pengakuan secara nasional. Rumah sakit ini termasuk salah satu dari 35 rumah sakit di Indonesia yang ditetapkan, serta menjadi yang kedua di wilayah Sumatera.

Sebagai rumah sakit unggulan untuk medical tourism, RSUD Siti Fatimah Az-Zahra menawarkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari layanan kardiovaskular, ortopedi, hingga fisioterapi komprehensif, serta medical check-up (MCU). Untuk mendukung kebutuhan pasien, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan berbagai paket layanan dengan harga terjangkau.

Harga paket yang disediakan, di antaranya paket pemeriksaan kolesterol dengan biaya Rp290.000, paket medical check-up (silver) sebesar Rp1.263.000, serta paket deteksi kanker pada wanita dengan total biaya Rp2.248.000. “Kami juga menyediakan berbagai paket lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....