Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Pandeglang Tembus 100 Persen

  • 27 Mar 2026 09:56 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Angka keterisian kamar atau okupansi hotel di sepanjang pesisir Kabupaten Pandeglang mencatatkan rekor signifikan dengan menyentuh angka 90 hingga 100 persen selama puncak libur Idulfitri 1447 Hijriah. Lonjakan drastis ini terjadi pada periode H+1 hingga H+4 lebaran, deretan akomodasi mulai dari kawasan Carita hingga Tanjung Lesung terpantau dipenuhi wisatawan. Mayoritas pengunjung merupakan keluarga asal Jabodetabek yang memanfaatkan momen cuti bersama untuk menikmati aktivitas wisata pantai di wilayah Banten selatan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto, menyebutkan puncak kunjungan tertinggi berlangsung pada tanggal 22 hingga 25 Maret 2026. Sejumlah kamar hotel dilaporkannya habis terpesan dengan rata-rata durasi menginap tamu selama tiga hari dua malam. Namun memasuki H+6 atau tanggal 27 Maret, ia mengatakan angka okupansi mulai menunjukkan tren penurunan ke level 50 persen seiring berakhirnya masa libur utama bagi sebagian pekerja kantoran, namun masih diisi oleh libur sekolah yang berakhir hingga akhir Maret.

"Okupansi hotel di Pandeglang pada periode libur lebaran kemarin rata-rata di atas 90 sampai 100 persen, khususnya di tanggal 21 sampai 24 Maret," katanya Jumat 27 Maret 2026.

Kondisi cuaca cerah yang cenderung panas selama sepekan terakhir diyakininya menjadi pendorong utama minat masyarakat untuk menghabiskan waktu dengan berenang dan beraktivitas di pantai. Destinasi seperti Tanjung Lesung dan pantai terbuka di sepanjang jalur Carita dinilainya menjadi spot favorit yang diserbu ribuan kendaraan hingga sempat dilakukan sistem buka tutup akses masuk. Tren positif ini menurutnya menjadi bukti bahwa pariwisata tetap menjadi kebutuhan primer masyarakat meskipun di tengah dinamika ekonomi global.

PHRI pun memberikan catatan evaluasi penting terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan standar pelayanan jasa pariwisata ke depannya. Kualitas produk, mulai dari kebersihan toilet, kenyamanan parkir, hingga keramahan petugas, menjadi penilaian PHRI agar wisatawan merasa puas mengeluarkan biaya mereka. Standardisasi layanan ini dianggap Widi krusial agar pelaku usaha di Pandeglang dapat menyasar segmentasi pasar dengan tingkat belanja yang lebih tinggi dan kompetitif.

"Tantangan ke depan adalah peningkatan kualitas SDM dan layanan agar sesuai dengan harga yang ditawarkan. Serta penataan UMKM dan sentra oleh-oleh harus lebih rapi agar level destinasi kita semakin bagus di mata wisatawan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....