Balawista Pandeglang Waspada Kelengahan Orang Tua di Objek Wisata Pantai
- 26 Mar 2026 08:54 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Kasus anak terpisah dari rombongan keluarga menjadi catatan krusial dalam pengamanan Tim Balawista di destinasi wisata pesisir Pandeglang selama masa libur lebaran 2026. Fenomena ini seringkali dipicu oleh kurangnya pengawasan intensif orang tua di tengah padatnya arus kunjungan wisatawan yang memadati kawasan pantai. Petugas penjaga pantai menekankan pentingnya kewaspadaan penuh bagi para orang tua agar tidak terdistraksi oleh aktivitas lain saat mendampingi anak-anak bermain di area terbuka.
Petugas Balawista di Pantai Carita, Hasan Basri, mengungkapkan tercatat sekitar 25 laporan anak hilang dalam satu hari selama periode siaga wisata. Walau menurutnya seluruh anak yang sempat terpisah tersebut berhasil ditemukan dan dipertemukan kembali dengan keluarga masing-masing berkat koordinasi cepat di lapangan.
"Sejauh ini sudah terlapor sekitar 25 anak hilang yang tercatat di tim Siaga Wisata kami. Ini terjadi bukan hanya karena kendala keramaian, tapi orang tua yang lengah dan lalai karena sibuk memegang handphone atau bermain TikTok hingga anaknya lepas dari pantauan," ujar Hasan, Kamis 26 Maret 2026.
Ia mengungkapkan faktor utama penyebab lepasnya pengawasan orang tua ditengarai akibat penggunaan gawai yang berlebihan di lokasi wisata. Menurut Hasan aktivitas bermain media sosial seperti TikTok seringkali membuat orang tua kurang peka terhadap pergerakan anak-anak mereka di tengah kerumunan massa. Kelengahan sesaat ini dinilainya berpotensi menimbulkan situasi darurat yang seharusnya dapat dicegah melalui kedisiplinan dalam menjaga jarak aman dengan anggota keluarga.
Ia menekankan tim gabungan yang bertugas dalam operasi siaga wisata terus melakukan patroli rutin dan memberikan imbauan melalui pengeras suara di setiap titik keramaian. Langkah preventif ini dilakukan dengan menyisir area bibir pantai untuk memantau keberadaan anak-anak yang bermain tanpa pendampingan orang dewasa. Kesiapsiagaan petugas ini diharapkannya menjadi garda terdepan dalam merespons laporan kehilangan yang masuk ke posko pengamanan terpadu.
Hasan menegaskan data laporan terkait anak hilang ini menjadi bahan evaluasi bagi pengelola destinasi dan instansi terkait untuk memperketat standar pengamanan wisata tirta. Selain risiko kecelakaan laut, menurutnya masalah anak terpisah menjadi tantangan sosiologis yang kerap muncul setiap musim libur panjang di objek wisata berbasis massa (mass tourism).
"Kami terus bersiaga memastikan keselamatan seluruh pengunjung di area pantai ini," katanya.
Ia pun mengingatkan masyarakat yang berkunjung ke Pantai Carita untuk selalu menggandeng dan memperhatikan anak-anaknya. Kewaspadaan ini menurutnya tidak boleh kendur meski kondisi cuaca dan gelombang laut terpantau cukup bersahabat bagi aktivitas berenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....