Dispar Pandeglang Tetapkan Status Siaga Wisata 2026

  • 20 Mar 2026 12:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang menetapkan status siaga wisata mulai 21 hingga 29 Maret 2026 guna mengawal lonjakan pengunjung selama libur Lebaran. Langkah ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral bersama Kepolisian, Dishub, Satpol PP, hingga BPBD untuk menjamin keamanan di seluruh destinasi. Fokus utama pengamanan diarahkan pada wisata tirta seperti pantai, sungai, curug hingga kolam renang yang diprediksi menjadi magnet utama bagi wisatawan massal (mass tourism).

Kepala Bidang Destinasi pada Disparbud Pandeglang, Rosy Sukmawati, menjelaskan koordinasi telah dilakukan bersama Provinsi Banten untuk memetakan titik-titik krodit di jalur wisata. Pengawasan ketat pun diberlakukan pada daya tarik wisata alam yang sering mengalami penumpukan massa. Menurutnya seluruh pemangku kepentingan pariwisata, termasuk Balawista dan Pokdarwis, diminta bersiaga di posko terpadu untuk merespons cepat setiap dinamika di lapangan.

"Dari tanggal 21 sampai 29 ini adalah siaga wisata, semuanya harus terlibat baik kepolisian, perhubungan, kesehatan, hingga pelaku pariwisata. Kita bekerja sama dengan Pokdarwis, Balawista, hingga PHRI karena persiapan ini harus dilakukan bersama-sama," ujar Rosy, Jumat 20 Maret 2026.

Rosy mengatakan pemerintah daerah juga telah memberikan perhatian khusus pada pengelolaan arus lalu lintas di jalur sempit menuju kawasan pesisir. Penempatan petugas di titik rawan macet seperti Mengger dan kawasan menuju Carita menjadi prioritas guna mencegah penguncian arus kendaraan. Disparbud menilai kesiapan ini merupakan bentuk antisipasi terhadap perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih condong memilih wisata alam terbuka pasca menjalankan ibadah Ramadan.

Sistem pelaporan kunjungan harian juga diterapkan Disparbud melalui pelaporan online bagi 35 pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) di bawah pengawasan bidang terkait. Data mencakup jumlah kunjungan, kapasitas parkir, hingga ketersediaan akomodasi yang laporkan setiap harinya guna dipantau secara berkala. Integrasi data ini diklaim Rosy memudahkan Disparbud dan Kepolisian dalam mengambil kebijakan rekayasa lalu lintas atau pengalihan arus secara tepat waktu.

"Kami minta pengelola melaporkan setiap hari terkait kunjungan mancanegara maupun lokal melalui G-Form yang sudah kami buat untuk bahan pemantauan bersama Polda," katanya.

Kesiapsiagaan ini diharapkannya mampu menjaga citra pariwisata Pandeglang tetap positif di mata wisatawan domestik maupun luar daerah. Menurut Rosy keamanan dan kenyamanan menjadi indikator utama keberhasilan operasional selama musim libur panjang kali ini. Ia pun mengingatkan kepada seluruh pengelola tempat wisata untuk memastikan sarana penyelamatan dan ruang medis tersedia serta berfungsi dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....