Pria Larang Wisatawan Berfoto di Parangritis, Pemkab Bantul Buka Suara
- 12 Feb 2026 15:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Postingan video yang memperlihatkan seorang pria melarang pengunjung mengambil foto di Pantai Parangtritis, Bantul sempat viral di media sosial. Meski perekam video menyatakan jika foto tersebut tidak diperjualbelikan, pria tersebut tetap melarangnya dengan berdalih peraturan.
“Seorang bapak di kawasan wisata Parangtritis melarang rombongan pengunjung mengambil foto mandiri. Ia menyebut larangan itu sudah jadi aturan lama yang dikelola koperasi wisata setempat. Menurutnya, pengunjung boleh membawa kamera dan berfoto, tapi tidak untuk foto rombongan—meski gratis dan tidak diperjualbelikan. Saat ditanya dasar aturannya, ia menyebut ada surat resmi, namun berada di koperasi, bukan langsung dari dinas pariwisata. Larangan ini membuat pengunjung kaget, karena mengaku baru kali ini ditegur meski sering berfoto di lokasi yang sama,” tulis akun instagram @jogjastudent.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menegaskan jika wisatawan bebas mengabadikan momen secara pribadi. Agus Budi menyampaikan bahwa Pantai Parangtritis merupakan ruang publik, sehingga pengunjung bebas mengambil foto tanpa perlu menggunakan jasa fotografer yang di kawasan tersebut.
“Kami sampaikan bahwa Pantai Parangtritis dan pantai di sepanjang Kabupaten Bantul itu adalah ruang publik dan merupakan destinasi wisata yang tentunya bebas dinikmati oleh siapapun. Termasuk untuk mendokumentasikan diri dan rombongannya pada saat berwisata,” katanya, Selasa, 10 Februari 2026.
Pihaknya menjelaskan, kebebasan untuk berfoto juga berlaku di pantai lainnya di sepanjang pesisir selatan Bantul. Agus pun menyebut tidak ada aturan larangan pengambilan foto maupun video, seperti yang ditampilkan dalam video yang sempat viral.
“Pengunjung bebas mengambil foto di Parangtritis maupun pantai-pantai yang lain. Sampai dengan saat ini, Kabupaten Bantul tidak punya regulasi untuk melarang pengambilan foto maupun video,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk terus mengabadikan momen saat berwisata di Bumi Projotamansari. Menurutnya, dokumentasi foto dan video merupakan ajang promosi bagi kemajuan obyek wisata di Kabupaten Bantul.
“Bahkan pengambilan foto dan video itu justru menjadikan modal promosi bagi Kabupaten Bantul, untuk bisa dibagikan kepada semua masyarakat sehingga mereka tertarik untuk berkunjung,” ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....