Destinasi Wisata Unggulan Lereng Merapi

  • 21 Jan 2026 06:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID,Sleman - Lava Tour Merapi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan lereng Gunung Merapi yang menawarkan beragam lokasi wisata menarik. Ada juga wisata sejarah erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang menjadi ruang belajar sekaligus destinasi wisata edukatif.

Lava Tour Merapi menyediakan sejumlah paket perjalanan yang dapat dipilih pengunjung sebagai rencana wisata sesuai kapasitas rombongan dan Jeep yang akan digunakan. Paket tersebut meliputi Paket Short dengan tiga destinasi yaitu Museum Sisa Hartaku, The Lost World Park ( Batu Alien) dan Bunker Kaliadem,Paket Medium A yang mengunjungi empat destinasi yaitu Museum Sisa Hartaku, The Lost World Park ( Batu Alien) dan Bunker Kaliadem dan Petilasan Mbah Marijan.

Paket Medium B yang juga mencakup empat destinasi disertai pengalaman off-road di jalur ekstrem yaitu Museum Sisa Hartaku, The Lost World Park (Batu Alien) dan Bunker Kaliadem dan Manuever Kalikuning / Jolontoro serta Paket Medium C sebagai paket terlengkap dengan kunjungan ke lima destinasi yaitu The Lost World Park ( Batu Alien) dan Bunker Kaliadem ,Petilasan Mbah Marijan ,Manuever Kalikuning / Jolontoro dan terakhir paket sunrise yaitu Bunker Kaliadem, Baru Alien dan Museum Sisa Hartaku yang dapat melihat indahnya matahari terbenam di Lereng merapi.

Seluruh paket wisata sudah termasuk pengemudi jeep dan pemandu wisata yang akan menjelaskan sejarah dampak erupsi Gunung Merapi terhadap masyarakat lereng ketika wedus gembel terjadi dan bebagai informasi wisata lainnya secara lengkap. Salah satu pengemudi jeep sekaligus pemandu wisata Lava Tour adalah Kote alias Daniel dari Merapi Land Cuiser Community (MLCC) menjelaskan bahwa paket Lava Tour mulai beroperasi dari jam 5 pagi sampai 5 sore.

" Pengunjung itu paling ramai jelang Libur Natal Tahun baru ya dan kalau sepi ya jelang bulan - bulan puasa gitu.Biaya satu kali trip itu mulai dari Rp. 400.000 tergantung paketan yang diambil dan berapa personil tripnya, kami yang guide sekaligus pengemudi dapat bayaran Rp.50.0000 - Rp. 60.000 untuk sekali trip langsung dari pengelola Lava Tour MLLC,"ujar Kote kepada RRI pada Senin 20 Januari 2026.

Kote menambahkan bahwa tamu lokal yang paling banyak berwisata dari Jawa Tengah. Sedangkan tamu manca negara kebanyakan datang dari negara Jepang, Belanda, Arab Saudi, dan Malaysia.

Salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh hingga kini adalah Museum Sisa Harta, satu-satunya rumah yang tetap bertahan ketika bangunan lain rata dengan tanah akibat terjangan wedus gembel tahun 2010.Museum ini berlokasi di Kampung Petung, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan menjadi salah satu rekomendasi utama destinasi wisata di kawasan Gunung Merapi.

Ketika erupsi terjadi pada tahun 2010, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Merapi dihimbau untuk mengungsi ke wilayah yang lebih aman guna menghindari kawasan rawan bencana sehingga hanya rumah dan harta benda yang habis terbakar kena lelehan lava panas. Semua peristiwa terekam jelas melalui gambar dan sisa - sisa barang yang masih tersimpan rapi di museum sisa harta meskipun dalam keadaan tidak utuh lagi bekas lelehan lava panas.

"Saat ini, para pengemudi jeep Merapi itu tergabung dalam Asosiasi Jeep Lereng Merapi (AJLM) jadi nggak ada yang rebutan pengunjung wisata ya karen banyak banget lho jadi Jeep disini. AJLM ini bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kab.Sleman sebagai bentuk kolaborasi untuk mendukung pemulihan ekonomi warga pasca erupsi Merapi tahun 2010", ucap Kote.

Kote berharap pemerintah, khususnya melalui Dinas Pariwisata, terus memberikan dukungan terhadap wisata Gunung Merapi yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat lereng. Dengan dukungan tersebut, wisata lereng Merapi diharapkan dapat terus berkembang dan meningkatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....