Komunitas Sungai Yogyakarta Perkuat Mitigasi Banjir Merapi
- 26 Jan 2026 16:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mitigasi bencana banjir di Yogyakarta memerlukan kesiapsiagaan khusus karena letak geografisnya yang bersinggungan langsung dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Ketua Forum Komunitas Sungai (FKS) Yogyakarta, Hary Syarif Usman, mengungkapkan bahwa komunitas sungai kini menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan warga di bantaran melalui berbagai aksi nyata, mulai dari edukasi di Sekolah Sungai hingga pemantauan fisik jalur aliran air.
Hary menjelaskan bahwa risiko banjir di Yogyakarta, terutama Sungai Code, sangat dipengaruhi oleh sedimentasi material erupsi (lahar dingin) yang dibawa dari hulu dalam siaran Kawruh Pro 4 RRI Yogyakarta Jumat 23 Januari 2026 .
Hary juga menambahkan bahwa penumpukan pasir dan batu ini sering kali menyebabkan pendangkalan ekstrem hingga dasar sungai sejajar dengan tinggi talud pembatas, yang meningkatkan risiko luapan air meskipun hujan hanya turun dengan intensitas sedang.
"Sungai-sungai di Yogyakarta, khususnya Code, ini unik karena berhulu langsung di Merapi yang sangat aktif. Siklus letusan Merapi membawa lahar dingin yang menyebabkan sedimentasi pasir dan batu sampai sejajar dengan talud di pemukiman warga,” ujar Hary.
Hary menambahkan di sinilah peran komunitas sangat vital sebagai aktor utama; kami secara rutin melakukan susur sungai untuk mengidentifikasi apakah ada sumbatan sampah, sedimentasi berlebih, atau pohon tumbang yang bisa menghalangi debit air.
”Jika hambatan ini tidak dibersihkan, maka risiko banjir bandang akan mengancam wilayah seperti Jogoyudan hingga Bintaran,"katanya.
Selain aspek teknis, Hary juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas air sungai yang kian menurun akibat limbah domestik dan industri. Ia menegaskan bahwa komunitas terus berupaya mengadvokasi masyarakat agar tidak membuang limbah sembarangan melalui pendekatan budaya seperti "Merti Kali". Hary berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara komunitas dengan instansi seperti BBWS dan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini dan infrastruktur mitigasi di sepanjang bantaran sungai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....