Harga Emas Terus Naik, Mengapa Harga Dirimu Justru Turun di Live Media Sosial?
- 20 Jul 2026 14:20 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Harga emas terus mencetak rekor. Banyak orang rela menabung bertahun-tahun demi memiliki emas karena nilainya terus meningkat. Semakin langka dan semakin dijaga, semakin tinggi pula harganya.
Ironisnya, di saat harga emas terus naik, justru ada sebagian orang yang tanpa sadar menurunkan harga dirinya sendiri. Demi mengejar penonton, hadiah virtual (gift), pengikut, atau popularitas di media sosial, tidak sedikit yang melakukan siaran langsung (live) dengan mempertontonkan sesuatu yang tidak pantas. Ada yang sengaja berpakaian minim, membuka aurat, bahkan melakukan tindakan yang menghilangkan rasa malu hanya demi mendapatkan keuntungan sesaat.
Padahal, manusia bukanlah barang dagangan. Martabat manusia jauh lebih mahal daripada emas. Ketika kehormatan dipertaruhkan demi keuntungan sesaat, sesungguhnya yang hilang bukan hanya rasa malu, tetapi juga harga diri.
Media sosial sejatinya merupakan ruang untuk berkarya, berdakwah, berbagi ilmu, berbisnis, dan menyebarkan inspirasi. Namun, ketika ruang digital dijadikan tempat mengumbar aurat atau mempertontonkan perilaku yang tidak pantas, maka media sosial kehilangan fungsi mulianya. Yang dikejar bukan lagi manfaat, melainkan sensasi dan keuntungan instan.
Perlu diingat bahwa internet tidak pernah benar-benar lupa. Sekali sebuah video tersebar, jejak digitalnya akan tetap ada. Hari ini mungkin memperoleh ribuan penonton dan hadiah virtual, tetapi di masa depan rekaman tersebut bisa menjadi penyesalan. Uang yang diperoleh mungkin habis dalam beberapa hari, namun jejak digital dapat melekat seumur hidup.
Dalam Islam, menjaga kehormatan merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk menjaga pandangan, memelihara kehormatan, dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang mendekati kemaksiatan. Karena itu, media sosial seharusnya menjadi sarana menyebarkan kebaikan, bukan menjadi tempat mengorbankan martabat demi popularitas.
Pada akhirnya, nilai seseorang tidak diukur dari seberapa viral dirinya di media sosial. Nilai manusia terletak pada iman, ilmu, akhlak, integritas, dan kemampuannya menjaga kehormatan.
Harga emas memang terus naik mengikuti mekanisme pasar. Namun harga diri tidak ditentukan oleh pasar, melainkan oleh bagaimana seseorang menjaga kehormatan dan martabatnya. Jangan murahkan harga dirimu. Emas yang hilang masih bisa dibeli kembali, tetapi kehormatan yang hilang sering kali sangat sulit dipulihkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....