AI Hanya Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Jurnalis
- 11 Jun 2026 14:40 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Di tengah derasnya tegnologi kecerdasan buatan (AI), memberikan tantangan besar bagi jurnalis untuk tetap menjaga etika, keakuratan, dan integritas informasi, serta bagaimana harus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai dasar jurnalistik.
Salah satu Jurnalis di Kota Lhokseumawe Irmansyah, Kamis 11 Juni 2026 menegaskan bahwa AI seharusnya dipandang hanya sebagai alat bantu dalam rantai produksi berita, bukan pengganti peran manusia.
Menurutnya, peran jurnalis tetap penting dalam tahap akhir produksi, terutama melakukan verifikasi dan konfirmasi sesuai kode etik jurnalistik.
“Jadi ai itu adalah hanya alat bantu dari proses rantai produksi berita, artinya tetap harus ada peran manusia disitu, di bagian akhir ketika produksi suatu konten atau karya jurnalistik. Yang menjadi catatan penting adalah peran kita sebagai jurnalis itu tetap yang utama, kita tetap harus melakukan konfirmasi, verifikasi, pada sumber primer untuk menguji informasi itu betul-betul akurat dan dapat kita pertanggungjawabkan kepada publik”.
Sementara itu, Jafaruddin yang juga berprofesi sebagai Jurnalis menjelaskan bahwa dewan pers telah mengeluarkan pedoman penggunaan ai dalam karya Jurnalistik, melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 1 tahun 2025.
Pedoman tersebut, antara lain teknologi AI bisa digunakan untuk membantu proses kerja, namun harus tetap ada kontrol manusia di setiap tahap produksi berita.
“Kenapa menghindari, untuk dia menemukan format sendiri dalam menulis berita. Kalau dia sudah terbiasa menggunakan ai, itu rasa malasnya akan muncul. Dan itu kalau dibiasakan, dia tidak akan menemukan format tersendiri dalam menulis. Gunakan AI seperlunya saja, jangan buar dari A sampai Z itu yang digunakan oleh AI”.
Kedua jurnalis ini menekankan, bahwa penggunaan AI secara berlebihan dapat menimbulkan risiko, seperti penyalahgunaan informasi, hilangnya akurasi, hingga menurunnya integritas profesi Jurnalis.
Selain itu, menyoroti pentingnya pelatihan berkala kepada redaksi, agar mampu menggunakan teknologi ini secara etis dan proporsional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....