Kadang Dibutuhkan Kadang Diabaikan, Refleksi Diri dalam Sisi Dinamika Sosial

  • 28 Apr 2026 08:15 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Manusia tak lepas dari interaksi sosial, bahkan tidak bisa tidak berkomunikasi. Apapun aktivitas manusia, ada unsur interaksi yang sejatinya satu sama lain saling membutuhkan.

Sejatinya pula, manusia membutuhkan sosok manusia lainnya untuk berinteraksi dalam situasi dan kondisi tertentu. Siapa sosok yang dibutuhkannya akan menentukan pilihan agar interaksi terjalin.

Sinyalemen itu, ada di keseharian kita bahkan terjadi pada setiap manusia. Kadang dibutuhkan untuk interaksi, kadang terabaikan. Itu semua adalah pertimbangan privasi yang siapapun tak mau diintervensi.

Menyoalkan premis 'kadang dibutuhkan, kadang diabaikan” dalam Program Cerita Penutup Hari RRI Pro 2 Sungailiat edisi Minggu, 26 April 2026 dialami beberapa pendengar RRI. Kisah reflektif ini semisal diutarakan James.

Ia mengakui ada saat pernah merasa sangat dibutuhkan oleh seseorang, namun di waktu lain justru merasa diabaikan. Ia mengaku kondisi tersebut sempat menimbulkan kebingungan hingga rasa tidak nyaman.

“Aku pernah ngerasa benar-benar dibutuhkan, tapi di waktu lain juga merasa seperti nggak dianggap. Awalnya itu bikin bingung,” ungkapnya.

Namun seiring waktu, ia mulai memahami bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam kehidupan. Menurutnya, tidak semua orang akan selalu menempatkan seseorang sebagai prioritas, dan hal itu tidak serta-merta mengurangi nilai diri seseorang.

Ia menekankan pentingnya kesadaran diri agar tidak bergantung sepenuhnya pada penilaian orang lain. Baginya, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari proses pendewasaan.

Hal serupa juga disampaikan pendengar lainnya, Juan, yang menyoroti dinamika hubungan yang berubah seiring waktu. Ia mengungkapkan bahwa kedekatan dengan seseorang bisa saja merenggang ketika masing-masing mulai fokus pada kebutuhan pribadi.

“Kedekatan itu bisa berubah. Kadang setelah merasa disayangi, seseorang jadi lebih asyik dengan kebutuhannya sendiri hingga hubungan jadi renggang,” tuturnya.

Melalui berbagai cerita yang dibagikan, program ini menjadi ruang refleksi bagi pendengar untuk memahami bahwa perubahan dalam hubungan merupakan hal yang lumrah. Kesadaran diri dan kemampuan menerima dinamika tersebut menjadi kunci dalam menjalani kehidupan sosial yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....