Transparansi dan Audit Independen, Standar Baru Turnamen Nasional
- 13 Apr 2026 11:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Piala Presiden 2025 menghadirkan standar baru dalam tata kelola turnamen sepak bola nasional yang transparan
- Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, menegaskan keberhasilan turnamen merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen yang terlibat
- Penerapan audit independen menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas penyelenggaraan tetap terjaga
- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi penyelenggaraan Piala Presiden yang menilai turnamen ini menjadi contoh positif bagi pengelolaan kompetisi sepak bola di Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta – Piala Presiden 2025 menghadirkan standar baru dalam tata kelola turnamen sepak bola nasional yang transparan. Penyelenggara menekankan pentingnya akuntabilitas melalui audit independen demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri olahraga Indonesia.
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, menegaskan keberhasilan turnamen merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen yang terlibat. Menurut Maruarar, penerapan audit independen menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas penyelenggaraan tetap terjaga.
"Karena kita tidak bisa menilai diri kita sendiri, yang menilai itu harus auditor terpercaya dan berkualitas dunia. Hasil audit tersebut menjadi tolok ukur penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan turnamen," ucap Maruarar Sirait dalam konferensi pers penutupan Piala Presiden 2025 yang berlangsung di SCTV Tower Senayan, pada Minggu, 12 April 2026.
Maruarar juga menekankan bahwa transparansi merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang harus dijaga bersama.
"Kepercayaan itu sangat sulit didapatkan, tetapi sangat mudah untuk dirusak. Oleh karena itu seluruh pihak harus menjaga integritas demi keberlanjutan industri sepak bola nasional ke depan," ujar pria yang juga menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia itu.
Melalui kesempatan yang sama, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi penyelenggaraan Piala Presiden yang dinilai berjalan profesional. Ia menyebut turnamen ini menjadi contoh positif bagi pengelolaan kompetisi sepak bola di Indonesia.
Erick menilai tata kelola yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sepak bola nasional. Ia menegaskan kompetisi yang terstruktur dan transparan akan mendorong perkembangan pemain, pelatih, serta klub secara menyeluruh.
“Piala Presiden ini sebuah hal yang sangat positif untuk persepakbolaan Indonesia. Semakin banyak kompetisi berkualitas akan membantu meningkatkan jam terbang serta kemampuan para pemain nasional.”
Selain itu, Erick menyoroti pentingnya kolaborasi antara federasi, panitia, sponsor, dan media dalam membangun industri olahraga. Ia menilai sinergi tersebut menjadi faktor utama dalam menciptakan penyelenggaraan yang sukses dan berkelanjutan.
Piala Presiden 2025 sebelumnya berlangsung pada 6-13 Juli 2025 di Jakarta dan Bandung. Turnamen sepak bola nasional ini diikuti 6 tim dari dua konfederasi, yaitu AFC (Asia) dan UEFA (Eropa).
Dari Indonesia ada Arema Malang, Persib Bandung, Dewa United, dan Liga Indonesia All Star. Sedangkan dua tim lain ada Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand.
Port FC berhasil menjuarai turnamen ini disusul Oxford United di peringkat kedua. Sedangkan Dewa United berada di tempat ketiga, dan Liga Indonesia All Star menduduki posisi ke empat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....