Geng Motor Kembali Meresahkan, Warga Takut Beraktivitas pada Malam Hari

  • 20 Jul 2026 20:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Maraknya aksi geng motor di Kota Bengkulu kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga mengaku takut beraktivitas pada malam hari karena khawatir bertemu rombongan geng motor yang kerap berkonvoi sambil membawa senjata tajam.

Widya, seorang pekerja di salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu, mengatakan dirinya sering mendapat jadwal kerja malam. Kondisi itu membuatnya selalu diliputi rasa waswas saat berangkat maupun pulang bekerja karena takut berpapasan dengan geng motor.

"Saya sering shift malam, jadi kalau di jalan selalu khawatir bertemu geng motor. Apalagi kalau jalan sudah sepi, rasa takut itu semakin besar," ujarnya, 19 Juli 2026.

Pengalaman yang lebih mencekam dialami Rusli, pedagang sayur keliling, saat melintas di kawasan Singaran Pati. Ia mengaku pernah berhadapan langsung dengan konvoi lebih dari 60 sepeda motor yang melintas sambil berteriak dan mengacungkan senjata tajam.

Meski memiliki postur tubuh yang kekar, Rusli mengaku tidak berani melakukan apa pun. Beruntung rombongan tersebut tidak menghiraukannya karena diduga sedang dikejar kelompok lain.

"Saya hanya diam di pinggir jalan dan berharap mereka lewat begitu saja. Untungnya mereka tidak memperhatikan saya sama sekali," katanya.

Menurut Rusli, kemunculan geng motor memang bukan hal baru, namun selalu muncul kembali dan membuat masyarakat merasa tidak aman. Ia menilai penindakan yang dilakukan aparat hingga kini belum memberikan efek jera bagi para pelaku.

Ia menyebut pelaku yang masih berusia di bawah umur umumnya hanya mendapat pembinaan dan nasihat sebelum dipulangkan. Kondisi tersebut dinilai membuat aksi serupa terus berulang karena para pelaku tidak merasakan konsekuensi yang tegas.

Rusli berpendapat membawa senjata tajam, terlebih mengacungkannya kepada orang lain di jalan raya, seharusnya dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, pembinaan yang serius harus dibarengi dengan penegakan hukum agar memberikan efek jera.

Ia juga menilai maraknya remaja yang terlibat dalam geng motor merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua, masyarakat, sekolah, dan aparat penegak hukum perlu memperkuat pengawasan serta pembinaan agar generasi muda tidak terjerumus dalam aksi kekerasan di jalanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....