BPOM Papua Temukan Kosmetik Bermerkuri Beredar di Jayapura

  • 20 Jul 2026 18:10 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jayapura menemukan kosmetik ilegal mengandung merkuri masih beredar di Papua. Temuan itu muncul selama pengawasan intensif BPOM pada Semester I 2026.

Kepala BPOM di Jayapura Herianto Baan mengatakan kosmetik berbahaya itu ditemukan beredar di Kota Jayapura hingga wilayah pegunungan. "Ditemukan produk kosmetik ilegal yang beredar baik di Kota Jayapura maupun di wilayah pegunungan. Produk tersebut umumnya tidak memiliki nomor izin edar dan masih dipasarkan karena permintaan masyarakat cukup tinggi serta harganya relatif lebih murah," kata Herianto, Senin, 20 Juli 2026.

BPOM menemukan tiga item kosmetik mengandung bahan berbahaya seperti merkuri sebanyak tujuh kemasan. Nilai ekonomi temuan tersebut sekitar Rp179 ribu. Kandungan berbahaya ini menjadi perhatian utama karena berisiko langsung terhadap kesehatan kulit dan organ tubuh penggunanya.

Selama intensifikasi pengawasan, BPOM memeriksa lima distributor kosmetik dan seluruhnya dinyatakan tidak memenuhi ketentuan. Petugas turut mengamankan 28 item kosmetik tanpa izin edar sebanyak 314 kemasan dengan nilai ekonomi sekitar Rp34,19 juta. BPOM juga menemukan 48 item kosmetik kedaluwarsa sebanyak 437 kemasan dengan nilai ekonomi sekitar Rp9,07 juta.

Pengawasan laboratorium turut menunjukkan masih adanya persoalan pada kosmetik yang beredar. Dari 224 sampel kosmetik yang selesai diuji, sebanyak 94 sampel tidak memenuhi ketentuan penandaan, sedangkan 130 sampel memenuhi syarat.

Herianto mengimbau masyarakat membeli obat dan kosmetik hanya di sarana resmi. Ia meminta masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan produk.

"Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada iklan yang menjanjikan hasil instan," kata Herianto. Ia menyebut produk dengan klaim berlebihan berpotensi mengandung bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....