Indahnya Sistem Pemasyarakatan yang Humanis di Rutan Masohi

  • 20 Jul 2026 17:23 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Komitmen membentuk warga binaan yang berkarakter dan siap kembali ke tengah masyarakat terus diwujudkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pada Senin 20 Juli 2026, Rutan Kelas IIB Masohi menggelar pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Islam dan Kristen dengan menggandeng penyuluh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan dimulai secara serentak di dua tempat ibadah yang berada di lingkungan rutan. Warga binaan Muslim mengikuti tausiah di Masjid Darussalam Rutan Kelas IIB Masohi yang dipandu Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan akhlak, peningkatan kedisiplinan, serta pentingnya menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Di waktu yang sama, warga binaan beragama Kristen mengikuti pembinaan kerohanian di Gereja Immanuel Rutan Kelas IIB Masohi. Melalui khotbah firman Tuhan, penyuluh mengajak warga binaan untuk memperkuat iman, membangun pengendalian diri, menumbuhkan semangat perubahan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Petugas pembinaan kepribadian Rutan Kelas IIB Masohi turut melakukan pendampingan dan pengawasan selama kegiatan berlangsung guna memastikan proses pembinaan berjalan optimal.

Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Idris Kilkoda, mengatakan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan pemasyarakatan.

Menurutnya, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membangun kesadaran, memperkuat mental, serta membentuk karakter warga binaan agar mampu meninggalkan perilaku yang bertentangan dengan hukum.

"Pembinaan keagamaan menjadi fondasi dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal moral, spiritual, dan mental sehingga siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat," ujar Idris.

Ia menambahkan, keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan mengalami perubahan sikap dan pola pikir selama menjalani masa pembinaan. Oleh karena itu, Rutan Kelas IIB Masohi terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, guna menghadirkan pembinaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Masohi kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada pemulihan. Diharapkan, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan selama masa pembinaan mampu menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, menjauhi pelanggaran hukum, serta berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nantinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....