Tinjau Kolam Renang Tirtomoyo, Wali Kota Surakarta Targetkan Rampung Akhir Tahun

  • 18 Jul 2026 02:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, melakukan peninjauan langsung kolam renang Tirtomoyo pada Jumat, 17 Juli 2026, guna melihat progres proyek revitalisasi.

Pasca melakukan peninjauan tersebut, Wali Kota Surakarta meminta agar penataan area dan lingkungan di sekitar kolam renang turut dimaksimalkan agar kawasan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Respati Ardi menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas utama seperti tribun baru ditargetkan selesai pada bulan September mendatang, yang kemudian akan langsung dilanjutkan dengan penataan kawasan secara menyeluruh. Keberadaan tribun baru ini diharapkan dapat menunjang pelaksanaan berbagai ajang olahraga air, baik di tingkat lokal maupun internasional.

"Hari ini melakukan pengecekan nanti hingga target hingga September selesai dan dilanjut dengan penataan kawasan. Hari ini kita lihat pembuatan tribun baru ini harapannya bisa menjadi gelaran event-event renang kelas internasional perlombaan dan digunakan untuk ekstrakurikuler sekolah-sekolah dan tentunya bisa digunakan lagi untuk masyarakat umum," kata Respati Ardi.

Lebih lanjut, Respati Ardi juga meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Kota Surakarta agar revitalisasi kolam renang Tirtomaya bisa selesai sesuai target pada akhir tahun 2026.

"Mohon doanya semoga bisa lancar hingga selesai dan di tahun ini bisa segera kita gunakan untuk masyarakat nanti ke depannya. Intinya 2026 ini penataan kawasan Tirtomoyo ini kita targetkan selesai dan dibuka untuk umum nanti," katanya menambahkan.

Mengenai kelanjutan proyek ini, pihak Pemerintah Kota Surakarta mengakui adanya penyesuaian anggaran demi memprioritaskan perbaikan lingkungan sekitar kolam.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta, Rini Kusumandari, mengungkapkan bahwa sisa anggaran yang awalnya dialokasikan untuk pembangunan fasilitas loncat indah akan digeser untuk mendanai penataan taman dan perapian kawasan, mengingat pembangunan loncat indah dibatalkan akibat kendala teknis geologi dan biaya yang terlalu besar.

"Memang anggaran yang untuk dari APBD ini memang tidak cukup untuk perbaikan lingkungan. Nanti untuk perubahan ini kita akan geserkan dari anggaran yang loncat indah itu tidak dibangun, maka nanti untuk penataan taman, sama perapian-perapian gitu," ucap Rini Kusumandari.

Ditambahkan Kepala Dispora Surakarta, pembangunan kolam loncat indah yang sebelumnya akan turut direvitalisasi, pada akhirnya tidak akan dilakukan. Hal itu lantaran perlu anggaran yang lebih besar dalam pembangunannya.

"Loncat indah tidak akan dibangun, nanti akan dibongkar. Karena dari hasil analisa geologi itu perlu pembetonan untuk membuat itu karena ada sumber air yang keluar, jadi biayanya terlalu besar untuk membangun kolam loncat indah. Jadi putusannya Pak Wali tidak dibangun," ucapnya menambahkan.

Saat ini, progres pembangunan kolam renang utama dilaporkan sudah mencapai progres sekitar 90 persen. Tahap berikutnya yang akan dilakukan adalah proses pengurasan dan pembersihan kolam dari kotoran sisa-sisa material pembangunan sebelum nantinya diisi dengan air bersih yang baru. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....