Becak Listrik di Malioboro Jadi Perbincangan, Begini Respons Wisatawan

  • 17 Jul 2026 23:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Wacana penggantian becak motor berbahan bakar bensin menjadi becak listrik di kawasan Malioboro mendapat tanggapan positif dari wisatawan. Sebagian besar pengunjung menilai inovasi tersebut dapat menciptakan suasana wisata yang lebih nyaman sekaligus mendukung upaya menjaga kualitas lingkungan di kawasan ikonik Yogyakarta.

Rencana penerapan becak listrik digagas sebagai salah satu langkah untuk mengurangi polusi udara dan kebisingan di jantung Kota Yogyakarta. Saat ditemui di kawasan Malioboro, Jumat, 17 Juli 2026, sejumlah wisatawan mengaku mendukung wacana tersebut karena dinilai mampu memberikan pengalaman berwisata yang lebih menyenangkan tanpa mengurangi fungsi transportasi di kawasan tersebut.

Hasil wawancara terhadap empat wisatawan menunjukkan mayoritas memberikan respons positif. Tiga di antaranya, yakni Irin, Sari, dan Anisa, menyatakan tidak keberatan apabila becak listrik mulai dioperasikan di Malioboro. Menurut mereka, perubahan tersebut justru menjadi nilai tambah bagi kawasan wisata yang setiap hari dipadati pengunjung.

Irin mengatakan kehadiran becak listrik akan membuat suasana Malioboro terasa lebih nyaman karena tidak menimbulkan suara bising maupun asap kendaraan. ”Kalau ada becak listrik bagus. Jadi lebih nyaman, tidak bising, dan tidak ada asap. Pas banget buat keliling Malioboro sambil foto-foto,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Sari dan Anisa. Sari menilai becak listrik dapat membantu menjaga kebersihan udara sehingga wisatawan bisa menikmati kawasan Malioboro dengan lebih nyaman. Sementara itu, Anisa beranggapan transportasi tersebut akan memudahkan wisatawan yang membawa anak-anak maupun orang lanjut usia.

”Saya setuju kalau ada. Udara di Malioboro pasti jadi lebih bersih. Naiknya juga pasti lebih santai karena tidak berisik,” kata Sari.

Anisa menambahkan, ”Kalau ada, itu sangat membantu. Buat yang capek jalan bisa naik. Suaranya pelan, jadi ngobrol juga enak,” ucapnya.

Meski mendukung, satu wisatawan lainnya berharap pemerintah tetap memperhatikan aspek pelayanan apabila becak listrik benar-benar diterapkan. Ia menilai tarif perjalanan harus tetap terjangkau dan rute operasional dibuat jelas agar tidak membingungkan wisatawan.

”Saya setuju, asal tarifnya wajar. Jangan sampai kemahalan. Terus rutenya juga harus jelas,” ujar Anisa, menuturkan.

Beragam tanggapan tersebut menunjukkan bahwa wisatawan terbuka terhadap pengembangan transportasi ramah lingkungan di kawasan Malioboro. Selain menghadirkan moda transportasi yang lebih modern, pemerintah juga diharapkan dapat menyiapkan aturan yang jelas, mulai dari tarif, rute, hingga sosialisasi kepada masyarakat agar program becak listrik dapat berjalan secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....