Listrik di Selatpanjang Blackout akibat Tiang Listrik Tumbang.

  • 18 Jul 2026 00:09 WIB
  •  Pekanbaru
RRI.CO.ID,Meranti - Pemadaman Listrik secara tiba-tiba kembali terjadi di Kota Selatpanjang dan sekitarnya. Setidaknya sejumlah pemadaman secara tiba-tiba terjadi Jumat siang, dengan durasi 30 menit hingga 1 jam.

Terkait pemadaman tersebut, Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan, pemadaman terjadi akibat adanya dua tiang listrik yang tumbang, sehingga menyebabkan terjadi gangguan.

"Ada dua tiang listrik yang berada di jalan Nelayan, Gelora, tepatnya di belakang kantor PLN tadi siang tumbang sekitar pukul 13.30 Wib," ujarnya, Jum'at 17 Juli 2026.

Kondisi tiang yang berada di kawasan rawa dan dan kerap terendam air asin diduga menjadi penyebab dua tiang listrik tersebut tumbang. Akibatnya pasokan listrik ke kawasan RSUD Kepulauan Meranti yang berada di jalan Dorak dan sekitarnya terjadi pemadaman.

Setelah kejadian tersebut, Roni mengaku pihaknya langsung melakukan proses perbaikan. Agar pasokan listrik ke kawasan RSUD kembali normal, pihaknya sempat melakukan pengalihan beban ke jaringan lainnya. Namun setelah kembali berhasil hidup, pada sekitar pukul 16.00 sore, kembali terjadi blackout, akibat adanya gangguan hewan monyet.

"Pemindahan beban ditambah gangguan hewan monyet menyebabkan terjadi gangguan jaringan yang menyebapkan blackout. Saat ini kita terus fokus melakukan perbaikan jaringan yang rusak,"terangnya.

Hingga sore menjelang magrib terjadi dua kali pemadaman. Meski kondisi blackout sudah teratasi, namun kawasan RSUD dan sekitarnya masih dilakukan pemadaman, sambil menunggu proses perbaikan tiang yang tumbang rampung dikerjakan. Sementara untuk daerah lainnya dipastikan sudah normal kembali.

"Saat ini perbaikan masih kita fokuskan dan akan kita tuntaskan malam ini," pungkasnya.

Pemadaman secara tiba-tiba itu, sempat dikeluhkan warga, salah satunya pengelola dapur SPPG Insit, di Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Mereka harus bolak balik menghidupkan Genset akibat pemadaman tersebut. Sebagai dapur SPPG, sejumlah peralatan kelistrikan seperti freezer, diharuskan hidup 24 jam, guna memastikan bahan makanan seperti ayam dan buah, dalam kondisi segar dan tidak busuk.

"Memang genset kita selalu ready, karena freezer maupun chiller kita harus selalu hidup," ujar Kepala SPPG Insit, Usman,

Meski genset selalu siaga namun Usman berharap kedepan pemadaman hendaknya ada pemberitahuan, bukan secara tiba-tiba. Ia mengaku tidak hanya hari ini, hari sebelumnya pun sempat terjadi pemadaman secara tiba-tiba, dengan durasi minimal 30 menit bahkan hingga 1 jam. Ia berharap kondisi tersebut bisa menjadi atensi pihak PLN, agar kedepan setidaknya ada pemberitahuan sebelum melakukan pemadaman.

"Memang saat ini perangkat elektronik kita belum ada yang rusak, namun jika pemadaman secara tiba-tiba kerap terjadi, bukan tidak.mungkin akan mengalami kerusakan," terangnya.

Pemberitahuan jadwal pemadam penting mengingat dapur SPPG tersebut sangat bergantung terhadap pasokan listrik. Terlebih jika pemadaman terjadi disaat jam operasional, jelas sangat mengganggu aktivitas SPPG dalam menyiapkan menu MBG tepat waktu.**
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....