Kakankemenag Aceh Timur Jelaskan Keunggulan Program Mu’adala
- 17 Jul 2026 21:05 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Timur - Suasana penuh khidmat dan kemeriahan mewarnai pelaksanaan Tasyakuran Perdana 75 Santriwan dan Santriwati Satuan Pendidikan Mu’adalah Wustha dan Ulya Dayah Darussa’adah Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur, Kamis 16 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur Saiful Bahri SPdI MPd, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Abi T Zulfikar SSosI MPd, Kasi PAI, Faisal SAg, para alim ulama, tokoh masyarakat, dewan guru, wali santri, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengaku bangga atas kemampuan yang ditampilkan para santri. Menurutnya, penampilan santri yang fasih berbicara menggunakan bahasa Arab serta kemampuan membaca kitab kuning menjadi bukti keberhasilan pendidikan pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak.
”Penampilan para santri hari ini sangat membanggakan. Kemampuan berbahasa Arab dan membaca kitab kuning menunjukkan kualitas pendidikan di Dayah Darussa’adah yang patut diapresiasi dan terus didukung,” ujar Bupati.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, Saiful Bahri SPdI MPd, menjelaskan tentang program pendidikan Mu’adalah yang menjadi salah satu sistem pendidikan pesantren yang telah diakui oleh pemerintah.
Ia menerangkan bahwa program Mu’adalah memiliki tiga jenjang pendidikan. Kurikulum yang diterapkan juga berbeda dengan sekolah umum, yakni sekitar 30 persen mata pelajaran umum dan 70 persen pendidikan kepesantrenan yang berfokus pada pendalaman ilmu-ilmu agama.
Saiful Bahri menegaskan bahwa ijazah yang diterbitkan oleh satuan pendidikan Mu’adalah memiliki fungsi dan kedudukan yang setara dengan ijazah sekolah umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga para lulusan memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Di akhir sambutannya, Saiful Bahri mengajak seluruh santri untuk terus menjaga ilmu yang telah dipelajari, memperkuat akhlak mulia, serta mempertahankan semangat khidmah atau pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
”Teruslah menjaga ilmu, akhlak, dan khidmah. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan dedikasi dalam mengabdi kepada umat,” pesannya.
Kegiatan tasyakuran berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi momentum syukur atas capaian para santri sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan pesantren di Kabupaten Aceh Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....