Harga Daging Ayam di Pandeglang Kembali Melonjak

  • 18 Jul 2026 06:47 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Harga daging ayam potong di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, kembali mengalami lonjakan signifikan seiring dimulainya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. Kenaikan harga ini dikeluhkan oleh para pedagang lantaran pasokan ayam terserap masif untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, sehingga memicu ketidakseimbangan stok di pasar.

Pedagang daging ayam di Pasar Badak, Aceng, mengungkapkan harga daging ayam saat ini telah menembus angka Rp33.000 hingga Rp36.000 per kilogram. Ia menyebutkan kondisi ini berbanding terbalik saat masa libur sekolah ketika program MBG dihentikan, harga sempat stabil di kisaran Rp26.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

"Sekarang harga ayam naik. Saat libur sekolah kemarin ketika program MBG berhenti, harga ayam sempat turun tapi sekarang naik lagi," ujar Aceng, Jumat 17 Juli 2026.

Pedagang lainnya, Endi, turut membenarkan adanya tren kenaikan harga. Menurutnya, keterlibatan daging ayam dalam menu program MBG menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga di tingkat pedagang pasar.

Endi menjelaskan bahwa lonjakan harga ini tidak hanya terjadi pada daging ayam, tetapi juga merembet ke sejumlah komoditas pangan lainnya seperti telur. Kondisi tersebut memaksa pedagang untuk terus menyesuaikan harga jual mengikuti alur pasar yang sedang bergejolak.

"Kemarin sempat turun, tapi karena program MBG berjalan lagi, ada kenaikan sekarang. Semua harga lauk-pauk seperti telur juga ikut naik, bukan hanya ayam saja," ujar Endi.

Dampak dari kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang harus tetap membeli daging ayam demi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Salah seorang pembeli, Rukyah, mengakui dirinya merasa sangat terbebani dengan harga yang terus merangkak naik di pasaran.

"Keberatan sekali buat masyarakat kecil kalau harga terus naik seperti ini. Namun, karena ini kebutuhan pokok yang mendesak, mau semahal apa pun tetap harus dibeli," ujarnya.

Para pembeli mengaku kondisi ini turut menurunkan keinginan untuk membeli, namun keperluan dapur disebutnya memaksa dirinya harus tetap memenuhi kebutuhan pangan tersebut. Rukyah berharap pemerintah segera mengambil langkah stabilisasi agar harga daging ayam kembali terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Harapan saya harga bisa normal kembali seperti semula agar mampu membeli ayam lagi. Kalau harga minim atau stabil, daya beli masyarakat pasti meningkat dan pesat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....