Toleransi dalam Pandangan Islam yang Membawa Rahmat
- 17 Jul 2026 19:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman, dengan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari suku, bahasa, budaya, hingga pandangan keagamaan dan keyakinan , sehingga toleransi dalam kehidupan sehari-hari merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
Menanggapi perbedaan dan keberagaman tersebut, Ustadz Mukhlisin Purnomo, S.Fil.I, dari Kemenag DIY dalam acara Babagan Niti Kabecikan di PRO4 RRI Yogyakarta menyebut ajaran Islam secara tegas mengarahkan umatnya untuk menyikapi keberagaman dengan bijak, bukan dengan permusuhan atau kebencian.
Islam sejatinya hadir membawa kedamaian bagi seluruh alam, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Anbiya ayat 107:
"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
Ayat ini menegaskan bahwa ajaran Islam harus menjadi pondasi yang membawa kedamaian, kasih sayang, serta kemanfaatan bagi siapa saja.
Menurut ustad mukhlisin, istilah toleransi dalam islam dikenal dengan sebutan tasamuh. Namun, ada batasan yang perlu dipahami bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman. Toleransi dalam Islam bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama atau menganggap semua keyakinan adalah sama. Dalam urusan akidah, setiap Muslim wajib menjaga keimanannya dengan teguh.
Sementara jika itu dalam kehidupan sosial, Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati hak setiap orang dalam menjalankan keyakinannya, hidup berdampingan dengan damai, saling membantu dalam urusan kemanusiaan, serta menjaga hubungan baik sebagai sesama warga masyarakat.
Ustadz mukhlisin menjelaskan sudah semestinya setiap muslim hendaknya merefleksikan ajaran islam dengan tampil sebagai pribadi yang bisa menyayangi siapapun. sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan umatnya untuk menebarkan kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Ia menegaskan hal ini dengan menukil sebuah hadist :
"Orang-orang yang penyayang akan disayang oleh Allah yang Maha Pengasih. Sayangilah siapa saja yang ada di muka bumi ini, niscaya Zat yang di langit akan menyayangi kalian."
Ia juga menegaskan bahwa Tugas umat Islam hanyalah menyampaikan risalah dan nilai-nilai kebaikan tersebut dengan cara yang bijaksana dan teladan yang baik dialog yang santun, serta akhlak yang mulia.
Apalagi Di era digital saat ini, media sosial menjadi ladang subur bagi munculnya ujaran kebencian, fitnah, hingga penghinaan terhadap kelompok lain yang berbeda. Oleh karena itu, Ustadz Mukhlisin meminta umat islam untuk selalu menyaring ucapan dan tulisan agar senantiasa membawa kesejukan bagi lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....