Bupati Sintang Fasilitasi Dialog Sopir soal Solar

  • 17 Jul 2026 17:35 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Pemerintah Kabupaten Sintang mempertemukan Forum Ikatan Sopir Sintang, Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU, Forkopimda, DPRD, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dalam sebuah dialog untuk mencari solusi atas persoalan distribusi solar bersubsidi yang selama ini dikeluhkan para sopir angkutan. Dialog berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Jumat, 17 Juli 2026.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, yang memimpin langsung pertemuan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir sebagai fasilitator karena kewenangan distribusi BBM sepenuhnya berada di tangan Pertamina dan pengelola SPBU.

"Kita berkumpul dengan niat baik mencari solusi. Pemerintah memfasilitasi agar semua pihak duduk bersama, menyampaikan persoalan dan mencari jalan keluar yang bisa diterima bersama," kata Gregorius Herkulanus Bala.

Ia mengaku memahami kesulitan yang dialami para sopir dan mengingatkan seluruh pihak agar mengesampingkan ego masing-masing sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar dapat dijalankan.

Sekretaris Forum Ikatan Sopir Sintang, Kamarudin, mengungkapkan forum tersebut lahir dari keresahan para sopir yang sudah lama kesulitan memperoleh solar bersubsidi. Ia memilih menempuh jalur dialog dengan pemerintah daripada menggelar aksi demonstrasi maupun mogok kerja. Persoalan utama yang dikeluhkan bukan hanya antrean panjang di SPBU, tetapi juga dugaan adanya perlakuan yang tidak adil dalam pelayanan.

Perwakilan forum, Sunarto, menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah, yaitu penyaluran solar dilakukan secara adil tanpa diskriminasi, pengawasan lebih ketat terhadap SPBU, solusi permanen atas distribusi BBM bersubsidi, serta tindakan tegas apabila ditemukan penyimpangan.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Sintang, Bisma, menegaskan stok maupun kuota solar bersubsidi akan dijelaskan secara terbuka dalam forum tersebut. Ia mengingatkan BBM bersubsidi tidak boleh diperjualbelikan kembali.

"Kalau ada SPBU yang diduga tidak melayani kendaraan yang berhak memperoleh solar subsidi, silakan dilaporkan. Kami akan turun melakukan pemeriksaan di lapangan," ujarnya.

Perwakilan SPBU PT Cahaya Indah Sedian, W. Rusdada, mengakui pihaknya terus melakukan pembenahan dalam penyaluran biosolar seiring meningkatnya pengawasan dari Pertamina. Dialog berlangsung dalam suasana konstruktif dengan harapan menghasilkan kesepakatan yang mampu memperbaiki sistem distribusi solar bersubsidi di Kabupaten Sintang. (Arf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....