Madiun Batik Heritage Festival, Pemkot Siapkan Batik Khas Berhak Paten
- 17 Jul 2026 15:51 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Madiun Batik Heritage Festival 2026 sukses menyedot perhatian masyarakat. Festival perdana yang digelar di Halaman Balai Kota Madiun pada 16–17 Juli itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Sebanyak 33 peserta ambil bagian dalam ajang tersebut. Mereka berasal dari kalangan perajin batik, pembuat wayang, hingga pengukir kayu.
Beragam kegiatan digelar, mulai pameran batik, Digital Batik Design Competition, Nyanting on The Spot, Street Batik Fashion Show, hingga berbagai aktivitas edukatif lainnya.
Street Batik Fashion Show menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian. Puluhan pesertanya berasal dari kategori umum dan delegasi organisasi perangkat daerah (OPD) bersaing menampilkan karya terbaik mereka.

Acara tersebut, turut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Ketua DPRD Kota Madiun Armaya, serta jajaran Forkopimda Kota Madiun.
Arumi terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bahkan, istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu menyempatkan berkeliling mengunjungi stan perajin dan membeli sejumlah produk batik.
Menurut Arumi, festival tersebut merupakan langkah strategis untuk mengangkat batik sebagai identitas baru Kota Madiun. Selama ini Madiun telah dikenal luas melalui kuliner pecelnya. Karena itu, batik juga memiliki peluang yang sama untuk menjadi ikon daerah apabila terus dikembangkan.
"Yang terpenting adalah pelestarian dan regenerasi. Keterlibatan pelajar dalam festival ini menjadi modal penting agar anak-anak muda semakin mengenal batik, mencintainya, dan menghadirkan inovasi sehingga batik tidak lagi dipandang sebagai produk yang kuno," ujarnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan penyelenggaraan festival perdana tersebut menjadi awal pengembangan industri batik lokal. Salah satu target yang ingin diwujudkan adalah menghadirkan batik khas Kota Madiun yang memiliki motif, karakter, dan cerita khas serta memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual.
"Kami ingin setiap motif batik mampu menceritakan Kota Madiun. Ketika dipakai di berbagai daerah, orang akan mengenal cerita di balik batik itu dan semakin mengenal Kota Madiun," katanya.
Pemkot juga menyiapkan berbagai program penguatan bagi para perajin. Selain pelatihan, pemerintah akan mengalokasikan bantuan modal usaha (BMU) sesuai kebutuhan para pembatik. Saat ini, pendataan kebutuhan perajin masih dilakukan sebagai dasar penyusunan program pada tahun depan.

Bagus menambahkan, pengembangan batik juga akan melibatkan dunia pendidikan. Literasi mengenai sejarah dan potensi Kota Madiun akan diperkuat sejak jenjang SMP agar menjadi inspirasi lahirnya motif-motif baru yang merepresentasikan identitas daerah.
Ke depan, Madiun Batik Heritage Festival akan terus dikembangkan. Jika tahun ini hanya diikuti perajin dari Kota Madiun, tahun depan penyelenggara menargetkan cakupannya diperluas hingga tingkat Madiun Raya.
"Kami ingin membangun fondasi terlebih dahulu. Setelah cerita tentang batik Kota Madiun kuat, baru festival ini kami kembangkan lebih besar," ujar Bagus mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....