FT UNS Kaji Teknologi Candi Prambanan di 2nd Summer Course 2026
- 17 Jul 2026 16:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar 2nd Summer Course 2026 bertajuk Reviving Prambanan Temple: Heritage Conservation, Structural Revival, and Digital Cultural Futures, Senin, 29 Juni 2026 hingga Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan ini melibatkan puluhan mahasiswa asing untuk mengkaji keunggulan teknologi historis Candi Prambanan. Dekan Fakultas Teknik UNS, Prof. Wahyudi Sutopo, menyatakan Candi Prambanan membuktikan tingginya peradaban ilmu teknik yang sudah ada sejak 1.200 tahun lalu.
Melalui kursus singkat ini, para peserta diajak berpikir kritis membedah struktur candi yang terbukti tahan terhadap gempa vulkanologi Merapi.
"Candi Prambanan itu lebih terkenal dibanding UNS. Nah, pemecahan engineering ini menjadi pemikiran mereka untuk berpikir, apakah seribu tahun lagi Candi Prambanan itu masih ada," ujar Prof. Wahyudi Sutopo, dalam jumpa pers di FT UNS, Jumat, 17 Juli 2026.
Pelaksanaan summer course tahun ini sukses menarik antusiasme tinggi dengan melibatkan lebih dari 80 peserta yang mengikuti sesi luring dan daring.
Tercatat 85 peserta unik yang berasal dari 12 negara dan 19 institusi.
Peserta terbanyak berasal dari Malaysia sebanyak 42 orang, disusul Indonesia sebanyak 18 orang, Taiwan dan Thailand masing-masing enam orang, Nigeria empat orang, serta Pakistan tiga orang.
Peserta lainnya berasal dari Australia, Kenya, Filipina, Tanzania, Timor-Leste, dan Turkmenistan.
Dengan 67 peserta internasional atau sekitar 78,8 persen dari total peserta, capaian tersebut jauh melampaui target program yang menetapkan sekurang-kurangnya 25 persen peserta berasal dari luar Indonesia.
Dari sisi institusi, jumlah peserta terbesar berasal dari Politeknik Tun Syed Nasir Syed Ismail sebanyak 32 orang, diikuti Universitas Sebelas Maret sebanyak 18 orang, Universiti Teknologi Malaysia sebanyak enam orang, National Taiwan University sebanyak lima orang, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebanyak empat orang.
Ketua Panitia Summer Course, Dr. Galuh Chrismaningwang, memaparkan kajian ini mengintegrasikan tujuh prodi lintas disiplin ilmu teknik di UNS.
Pendekatan tersebut digunakan untuk mendesain perlindungan kawasan candi memanfaatkan teknologi mutakhir, mulai dari pemindaian 3D hingga sensor gempa.
"Jadi kami tidak ingin rebuild (membangun kembali), tapi kami ingin mengeksplor Candi Prambanan lebih jauh supaya kami bisa preserve atau mempertahankan agar situs sejarah ini bisa bertahan lebih lama lagi," kata Dr. Galuh.
Sebagai puncak acara, para peserta lintas negara tersebut mempresentasikan proyek akhir yang merumuskan ide-ide inovatif untuk perlindungan kawasan peradaban masa lalu.
Melalui kerja sama riset internasional ini, UNS berkomitmen mencetak pakar rekayasa sekaligus berkontribusi langsung pada kelestarian budaya Indonesia. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....