Subulussalam Raih Peringkat Pertama Nasional Lokasi SNT 2026

  • 17 Jul 2026 15:26 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Kota Subulussalam berhasil mencetak prestasi gemilang di panggung nasional setelah ditetapkan menempati urutan pertama dari 14 daerah di Indonesia yang diusulkan sebagai lokasi pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Kepastian ini diperoleh berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Jumat 17 Juli 2026.

Program SNT merupakan salah satu proyek strategis nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dirancang sebagai model pendidikan terpadu. Sekolah ini mengintegrasikan jenjang pendidikan dasar hingga menengah dalam satu sistem modern dengan kurikulum berbasis riset, literasi digital, serta penguasaan teknologi tingkat tinggi.

Keberhasilan Subulussalam berada di posisi teratas daftar usulan tersebut dipastikan setelah kota ini dinilai paling siap dalam memenuhi berbagai indikator ketat. Penilaian tersebut mencakup kecepatan pemenuhan dokumen pendukung, kesiapan lahan, hingga komitmen penganggaran infrastruktur pendukung oleh pemerintah daerah.

Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), menyambut capaian ini sebagai momentum besar bagi masa depan anak-anak di daerah berjuluk Negeri Sadakata tersebut. Menurutnya, kehadiran sekolah bermutu internasional ini akan memberikan kesetaraan akses pendidikan bagi anak daerah tanpa harus merantau ke kota besar.

"Ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh masyarakat Kota Subulussalam. Jika SNT resmi dibuka di daerah kita, maka anak-anak Subulussalam akan memperoleh akses pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Ini adalah investasi besar untuk masa depan daerah kita," ujar Rasyid Bancin.

Langkah memenangkan kuota SNT ini menjadi bagian dari manuver cepat pemerintah daerah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Sebelum bertolak ke Jakarta untuk mematangkan persiapan SNT bersama kementerian, Rasyid Bancin terlebih dahulu melakukan diplomasi pendidikan di Banda Aceh.

Pemerintah Kota Subulussalam secara khusus mendatangi Universitas Syiah Kuala (USK) untuk menegosiasikan perluasan kuota dan akses masuk bagi putra-putri asal Subulussalam di kampus terbesar di Aceh tersebut. Diplomasi ini diharapkan dapat mendongkrak angka partisipasi pendidikan tinggi warga lokal di perguruan tinggi klaster utama.

"Anak-anak Subulussalam harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan terbaik. Kami berharap semakin banyak putra-putri daerah yang dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Syiah Kuala. Kelak mereka akan kembali membawa ilmu, pengalaman, dan semangat untuk membangun kampung halamannya sendiri," tambahnya.

Selain mengamankan proyek strategis nasional seperti SNT dan memperluas jalur kampus, Pemko Subulussalam saat ini juga tengah mengejar ketertinggalan fasilitas di wilayah pinggiran. Hal ini ditandai dengan realisasi Program Sekolah Rakyat Rintisan serta pematangan pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di kawasan pedalaman.

Masuknya Subulussalam sebagai peringkat pertama nasional untuk SNT 2026 ini diharapkan menjadi katalisator perubahan iklim pendidikan di Aceh. Pemerintah daerah kini tengah berkejaran dengan waktu untuk mempercepat koordinasi lintas kementerian guna memastikan proses konstruksi fisik sekolah terpadu tersebut dapat segera dimulai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....