Ratusan Hektare Sawah di Kelam Tengah Terancam Terbengkalai akibat Krisis Air
- 17 Jul 2026 13:39 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Ratusan hektare hamparan sawah di Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, terancam terbengkalai akibat berkurangnya pasokan air pada musim kemarau. Lahan pertanian tersebut tersebar di 12 desa dan menjadi salah satu sumber utama mata pencaharian masyarakat setempat.
Salah satu kawasan persawahan yang terdampak kekeringan adalah hamparan sawah Lebar di Desa Rigangan. Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di hamparan sawah Bukit Latas, Sawah Darat, Senuling, serta sejumlah kawasan persawahan lainnya di Kecamatan Kelam Tengah.
Kekeringan yang melanda wilayah tersebut dipicu oleh cuaca panas yang berlangsung sejak awal musim kemarau. Minimnya curah hujan menyebabkan debit sumber air terus menurun sehingga kebutuhan air untuk mendukung aktivitas bercocok tanam tidak dapat terpenuhi secara optimal.
Saat musim kemarau tiba, saluran irigasi yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Kondisi tersebut membuat para petani kesulitan memulai musim tanam sebagaimana biasanya.
Sumber utama pasokan air irigasi bagi persawahan di Kecamatan Kelam Tengah berasal dari aliran Sungai Air Kelam. Sungai tersebut menjadi urat nadi pengairan daerah aliran sungai (DAS) yang selama ini menghidupi ratusan hektare areal persawahan milik warga.
Namun, memasuki musim kemarau, debit Sungai Air Kelam mengalami penyusutan yang cukup signifikan. Berkurangnya volume air menjadi salah satu penyebab banyak lahan persawahan gagal memasuki masa tanam.
Salah seorang petani di Kecamatan Kelam Tengah, Asman Yudi, mengaku pasrah menghadapi kondisi cuaca yang terjadi saat ini. Menurutnya, apabila cuaca panas berlangsung lebih lama, sebagian besar sawah di wilayah tersebut dipastikan mengalami gagal tanam.
"Kalau cuaca panas cukup lama, air Sungai Air Kelam sebagai sumber pengairan sawah sangat sedikit sehingga banyak petani tidak bisa menggarap lahannya. Terpaksa dibiarkan terbengkalai," ujar Asman Yudi saat ditemui RRI, Jumat, 17 Juli 2026.
Selain terkendala pasokan air, sebagian lahan persawahan di wilayah tersebut juga dinilai kurang cocok ditanami tanaman pengganti seperti jagung. Pasalnya, kondisi tanah mudah tergenang ketika hujan turun secara tiba-tiba sehingga banyak petani memilih membiarkan sawah mereka tidak digarap untuk sementara waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....