Penghulu di Kabupaten Sintang Harus Jadi Teladan dan Representasi

  • 17 Jul 2026 07:46 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Hasib Arista, memberikan pengarahan pada kegiatan Simulasi Akad Nikah bagi ASN Penghulu Ahli Pertama Angkatan Tahun 2025 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Sintang di Ruang Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sintang, Rabu 15 Juli 2026.

Kegiatan yang diikuti para penghulu, khususnya ASN Penghulu Ahli Pertama angkatan 2025, bertujuan menyamakan persepsi serta meningkatkan kompetensi teknis dalam pelaksanaan akad nikah sesuai syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua PC APRI Kabupaten Sintang, Yuyu Wahyudin, mengatakan bahwa simulasi tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi para penghulu baru agar memiliki pemahaman dan persepsi yang sama dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menyamakan persepsi, khususnya bagi penghulu baru CPNS Tahun 2025, sehingga mereka memiliki kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam arahannya, Hasib Arista menyampaikan apresiasi kepada PC APRI Kabupaten Sintang yang terus berkomitmen meningkatkan kapasitas para penghulu melalui kegiatan pengembangan kompetensi.

“Saya memberikan penghargaan kepada APRI Kabupaten Sintang yang telah menyediakan ruang belajar bagi para penghulu untuk terus menambah wawasan dan meningkatkan profesionalisme. Simulasi seperti ini sangat penting sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi penghulu di tempat penugasannya masing-masing,” katanya.

Menurut Hasib, penghulu memiliki peran yang sangat strategis. Tidak hanya bertugas mencatat pernikahan, tetapi juga memimpin prosesi akad nikah dan menjadi representasi negara, khususnya Kementerian Agama, yang hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap ucapan dan sikap penghulu saat memimpin akad nikah akan menjadi perhatian sekaligus teladan bagi pasangan pengantin dan keluarga yang hadir. Karena itu, penghulu harus mampu menunjukkan profesionalisme, integritas, dan etika yang baik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan pengetahuan mengenai syariat Islam, regulasi, serta prosedur administrasi pernikahan agar pelayanan yang diberikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasib mengajak seluruh peserta menjadikan simulasi tersebut sebagai sarana belajar dan berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat soliditas antar penghulu di Kabupaten Sintang.

Kepada para penghulu muda, ia berpesan agar terus meningkatkan kompetensi teknis, memahami syariat Islam secara komprehensif, serta menguasai regulasi negara yang berkaitan dengan pelayanan pernikahan.

“Jadilah penghulu yang memiliki kompetensi, berintegritas, dan bersikap moderat. Kehadiran penghulu harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan membawa kemaslahatan,” pesan Hasib.

Melalui kegiatan simulasi tersebut, diharapkan para ASN Penghulu Ahli Pertama semakin siap menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat, mampu memimpin prosesi akad nikah dengan baik, serta memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (ril/din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....