Dukung MBG, BKKBN Laksanakan TPK

  • 16 Jul 2026 18:04 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Perwakilan Kemenduk Bangga/BKKBN Provinsi Jambi turut mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.

Ketua Tim Kerja Pengolahan Data dan Informasi Kependudukan Perwakilan Kemenduk Bangga/BKKBN Provinsi Jambi, Yuslidar mengatakan TPK tidak hanya melakukan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting, tetapi juga berperan dalam penyaluran MBG kepada kelompok sasaran yang dikenal sebagai MBG 3B.

"Peran Tim Pendamping Keluarga saat ini juga mendukung pelaksanaan MBG 3B, yaitu bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki balita non-PAUD," kata Yuslidari dalam dialog di RRI, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurutnya, pemberian makanan bergizi kepada tiga kelompok sasaran tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita sehingga risiko stunting dapat ditekan sejak dini.

Ia menyebutkan program tersebut kini telah berjalan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

"Kami melakukan pemberian makanan tambahan kepada tiga sasaran tersebut agar dapat mencegah stunting. Harapannya, ibu yang sedang hamil dapat melahirkan bayi yang sehat dan terhindar dari risiko stunting," ujarnya.

Selain mendukung distribusi MBG, TPK juga bertugas melakukan pendampingan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita. Pendampingan meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, status gizi, hingga edukasi mengenai pola makan dan pola asuh yang tepat.

Yuslidar menjelaskan, setiap Tim Pendamping Keluarga terdiri atas kader PKK, penyuluh keluarga berencana (KB), dan bidan yang bertugas memberikan pendampingan langsung di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan MBG dan pendampingan keluarga menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting.

"Kami berharap melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, kader di lapangan, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....