Bhalil : Pemilik Lahan Proyek LNG Masela Segera Menerima Ganti Untung
- 16 Jul 2026 16:59 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Saumlaki - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa masyarakat yang menggarap lahan di kawasan pembangunan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela akan memperoleh kompensasi. Menurutnya, pembangunan proyek tersebut tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat adat dan warga yang telah lama memanfaatkan lahan secara turun-temurun.
"Kami ingin proyek yang begitu besar ini dilakukan tanpa melupakan hak-hak masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar," kata Bahlil dalam laporannya saat acara groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, berlangsung Kamis (16/7/2026).
Ia mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, SKK Migas, Inpex, serta kementerian terkait agar pembangunan proyek tersebut dapat berjalan dengan tidak menyampaikan hak masyarakat.
Bhalile menjelskan sebagian lahan yang digunakan memang berada di kawasan hutan. Namun, masyarakat telah mengelolanya sebagai kebun secara turun-temurun sehingga pemerintah memandang perlu memberikan kompensasi.
"Sekalipun tanah yang dipakai adalah kawasan hutan, masyarakat sudah berkebun secara turun-temurun. Karena itu saya membuat kebijakan agar mereka diberikan ganti rugi, bahkan bukan sekadar ganti rugi, tetapi ganti untung," ujarnya.
Bahlil menegaskan kebijakan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut. Ia berharap kompensasi yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Investasi itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah tempat investasi itu dilakukan," ucapnya.
Ia menambahkan, dengan dimulainya groundbreaking, pekerjaan fisik proyek LNG Abadi Masela akan segera berjalan sesuai yang direncanakan.
Diketahui, usai Presiden menyatakan dimulainya proyek tersebut, para Tua-tua Adat setempat juga melakukan Doa Adat untuk peletakan batu pertama proyek Gas Abadi terbesar di Indonesia tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....