Eks Gedung DPRD DIY Disiapkan Jadi Galeri Publik di Malioboro

  • 16 Jul 2026 16:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Gedung DPRD DIY di kawasan Malioboro akan memasuki babak baru setelah aktivitas legislatif dipindahkan ke gedung baru di Jalan Kenari pada awal 2027. Bangunan yang selama ini menjadi pusat kegiatan DPRD DIY itu akan dialihfungsikan menjadi galeri publik sebagai bagian dari upaya pelestarian kawasan cagar budaya sekaligus pengembangan ruang publik di jantung Kota Yogyakarta.

Pemindahan tersebut dilakukan karena gedung lama DPRD DIY telah berstatus sebagai bangunan cagar budaya. Status itu membuat bangunan tidak dapat mengalami perubahan besar untuk menyesuaikan kebutuhan ruang kerja legislatif yang terus berkembang.

Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono mengungkapkan bahwa relokasi menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah tersebut.

"Gedung DPRD yang lama ini merupakan bagian dari cagar budaya. Mengingat status tersebut, tentu sudah tidak memungkinkan lagi bagi kita untuk melakukan pengembangan atau perombakan fungsi agar menjadi gedung dewan yang lebih representatif," ujarnya pada Kamis, 16 Juli 2026.

Selain aspek pelestarian, relokasi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi di kawasan Malioboro. Selama ini, aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di depan gedung DPRD kerap memengaruhi kelancaran aktivitas perdagangan dan pariwisata di kawasan tersebut.

"Setiap ada konsentrasi massa untuk menyampaikan aspirasi, dampaknya tentu terasa pada perekonomian Malioboro. Kalau durasinya singkat mungkin tidak masalah, tapi kalau berjam-jam sampai pagi, ini yang kasihan dengan aktivitas ekonomi warga di sana," katanya.

Usai ditinggalkan, bangunan eks DPRD DIY tidak akan dibiarkan kosong. Pemerintah berencana mengintegrasikannya dengan kompleks Jogja Planning Gallery (JPG) sebagai museum atau galeri yang terbuka bagi masyarakat. Kehadiran ruang publik baru tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi Malioboro sebagai kawasan budaya, edukasi, dan interaksi masyarakat.

"Nantinya kawasan bersejarah ini akan digabung menjadi satu objek gedung museum atau galeri. Harapannya, kompleks JPG ini bisa benar-benar memberikan manfaat publik sekaligus menjadi ikon baru yang menyegarkan wajah Malioboro," katanya.

Rencana pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian Sumbu Filosofi Yogyakarta dan penataan kawasan Malioboro sebagai kawasan pedestrian. Perencanaan proyek telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari sayembara desain pada 2022 hingga penyusunan Heritage Impact Assessment (HIA) pada 2025 untuk memastikan nilai sejarah bangunan tetap terjaga.

Seiring perpindahan operasional DPRD DIY pada akhir 2026, pemerintah akan melanjutkan penataan kawasan melalui pengadaan dan pembersihan lahan eks Teras Malioboro 2 sepanjang 2027. Pembangunan fisik Jogja Planning Gallery dijadwalkan dimulai pada kuartal III 2028 dan ditargetkan selesai pada akhir 2030.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta akan memiliki ruang publik baru yang memadukan fungsi edukasi, pelestarian budaya, dan aktivitas sosial, sekaligus memperkuat daya tarik Malioboro sebagai destinasi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....