Prestasi Antar Anak Penjual Keripik Raih Kuliah Gratis Kedokteran UGM

  • 16 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kerja keras, prestasi, dan dukungan keluarga mengantarkan Tiara Julianti (18) mewujudkan impiannya menempuh pendidikan di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Lulusan SMA Negeri 1 Tangerang itu diterima melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU) sekaligus memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen.

Capaian tersebut menjadi buah dari konsistensi Tiara menorehkan prestasi akademik maupun nonakademik sejak duduk di bangku sekolah. Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan kedua orang tuanya yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari usaha berjualan keripik.

Meski harus menghadapi pasang surut usaha, kedua orang tua Tiara terus menanamkan keyakinan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak. Keterbatasan ekonomi pun tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk terus mengejar cita-cita.

“Jadi dokter itu memang mimpi aku sejak kecil. Waktu pandemi, aku semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat,” ujarnya saat ditemui Tim Pemberitaan UGM di Gang Tiger, Teluknaga, Tangerang, Banten pada Selasa, 14 Juli 2026.

Keinginan menjadi dokter diwujudkan Tiara melalui berbagai pencapaian nyata. Selain mempertahankan prestasi akademik, ia aktif mengikuti organisasi, kompetisi, dan kegiatan ekstrakurikuler, seperti Olimpiade Biologi, debat, karya tulis ilmiah, hingga meraih Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading. Beragam pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membentuk karakter disiplin dan pantang menyerah.

Perjalanan Tiara juga tidak lepas dari dukungan penuh orang tuanya. Sang ibu Siti Rohani setiap hari menyiapkan keperluan sekolah sebelum membantu suaminya, Sabdi, berjualan keripik. Ketika Tiara sempat gagal dalam salah satu jalur seleksi masuk perguruan tinggi, keduanya terus memberikan suntikan semangat agar putrinya tidak menyerah.

“Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah sekarang mimpinya tercapai,” katanya.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika Tiara dinyatakan lolos di Fakultas Kedokteran UGM. Kabar kelulusan itu menjadi kebahagiaan mendalam sekaligus haru bagi keluarganya.

“Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM,” katanya.

Kebahagiaan keluarga ini semakin lengkap setelah Tiara memperoleh subsidi UKT 100 persen. Bantuan beasiswa penuh tersebut seketika menghilangkan kekhawatiran terkait biaya kuliah yang selama ini membayangi pikiran kedua orang tuanya.

“Setelah diterima di Kedokteran saja aku sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini,” ujarnya.

Ke depan, Tiara bercita-cita menjadi dokter yang tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Ia berharap dapat melanjutkan studi sebagai dokter spesialis mata karena prihatin terhadap meningkatnya penggunaan gawai yang berpotensi mengganggu kesehatan mata generasi muda.

Bagi Tiara, keberhasilannya diterima di UGM merupakan awal dari langkah panjang untuk mengabdi kepada masyarakat melalui dunia kesehatan. Ia pun membagikan pesan penyemangat kepada generasi muda agar tidak takut memiliki cita-cita besar.

“Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha,” katanya.

Kisah Tiara menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, prestasi, dan dukungan keluarga mampu membuka jalan menuju pendidikan tinggi. Melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul serta subsidi UKT penuh, UGM turut memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi agar dapat mewujudkan impian tanpa terkendala kondisi ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....