Hadapi Persaingan Global, HIMKI Dorong Peningkatan Daya Saing Industri Mebel
- 16 Jul 2026 14:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menilai persaingan industri mebel dan kerajinan di pasar global saat ini semakin ketat. Pelaku industri nasional kini dituntut untuk terus meningkatkan daya saing agar mampu menghadapi kompetitor dari berbagai negara baru.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan bahwa saat ini Indonesia tidak hanya menghadapi persaingan tradisional dari Tiongkok dan Vietnam. Indonesia juga harus bersaing ketat dengan Malaysia, Meksiko, negara-negara di kawasan Eropa Timur, hingga beberapa negara di Afrika yang terus meningkatkan kapasitas produksi mereka.
"Pertempurannya makin sengit. Persaingan globalnya makin kuat. Ada China yang sangat kuat, ada Vietnam yang sangat kuat, ada Malaysia, ada Meksiko bangkit, ada kawasan negara Eropa Timur, bahkan di Afrika," katanya saat ditemui di sela acara HIMKI Series 2026 di Yogyakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, persaingan harga bukan lagi menjadi satu-satunya faktor penentu kemenangan di pasar internasional. Industri mebel Indonesia dinilai perlu menghadirkan nilai tambah yang unik agar mampu bersaing secara sehat dengan produk dari negara lain.
"Semua bisa memproduksi ya dan bisa murah. Nah, ini. Kalau hanya sekadar murah kan tidak cukup," katanya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan daya saing harus dilakukan melalui penguatan desain yang sesuai dengan kebutuhan pasar, inovasi produk, peningkatan produktivitas, serta efisiensi. Penciptaan iklim usaha yang kondusif juga sangat diperlukan agar ekosistem industri dalam negeri dapat terus terbangun secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....