Gereja Santo Petrus Purwosari Bantu Komposter untuk Warga Punggawan

  • 16 Jul 2026 14:37 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Gereja Santo Petrus Purwosari Surakarta menyerahkan bantuan komposter kepada warga Kelurahan Punggawan sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik dari tingkat rumah tangga. Bantuan tersebut disertai sosialisasi pemilahan sampah dan pelatihan pembuatan kompos.

Sebanyak enam komposter komunal untuk tingkat RW dan 60 komposter rumah tangga diserahkan kepada masyarakat. Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik yang selama ini dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Ketua Tim Lingkungan Hidup dan Keutuhan Ciptaan Gereja Santo Petrus Purwosari sekaligus Direktur Bank Sampah Induk Kerja Nyata, Denok Marty Astuti, mengatakan persoalan sampah harus ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, gereja sebagai bagian dari masyarakat ikut mengambil peran melalui penyediaan sarana sekaligus edukasi pengelolaan sampah.

"Problem sampah kita makin besar. Gereja Santo Petrus Purwosari sebagai bagian dari masyarakat terlibat aktif melakukan pengelolaan sampah. Hari ini kami menyerahkan sejumlah komposter untuk mengolah sampah organik yang dilakukan masyarakat," ujarnya, Kamis 16 Juli 2026.

Selain bantuan komposter, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pemilahan sampah dan cara mengolah sampah organik menggunakan komposter. Denok berharap masyarakat dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh sehingga sampah organik tidak seluruhnya berakhir di TPA.

"Selain menyerahkan sarana prasarana, kami juga memberikan edukasi bagaimana memilah sampah dan mengolah sampah organik dengan komposter. Harapannya mulai besok warga sudah bisa bergerak mengurangi sampah yang larinya ke TPA," katanya.

Ia menjelaskan bantuan tersebut terdiri atas enam komposter komunal yang ditempatkan di enam RW dan 60 komposter untuk rumah tangga. Menurutnya, langkah tersebut menjadi awal membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Denok menambahkan gerakan tersebut merupakan implementasi konsep "mencintai ibu bumi" yang selama ini dikembangkan Gereja Santo Petrus Purwosari. Gerakan yang sebelumnya dilakukan di lingkungan umat kini diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....