Mahasiswa KKN Unri Kenalkan Maggot BSF untuk Tekan Biaya Pakan Ternak di Inhil
- 16 Jul 2026 10:48 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Indragiri Hilir - Tingginya biaya operasional pakan konvensional yang selama ini menjadi beban bagi peternak lokal di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai mendapat solusi alternatif. Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (Unri) di Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, menghadirkan program pendampingan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak.
Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan pabrikan yang harganya terus mengalami peningkatan, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi sumber daya bernilai ekonomi.
Ketua Kelompok KKN Unri Desa Rumbai Jaya, Martin, mengatakan program yang dilakukan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga pelatihan praktik budidaya maggot BSF secara langsung kepada masyarakat.
Mahasiswa memberikan edukasi mulai dari pengenalan siklus hidup maggot, teknik penetasan telur, proses pemeliharaan, hingga persiapan sarana dan prasarana pendukung budidaya.
"Kami telah melaksanakan sosialisasi mengenai pemanfaatan maggot BSF sebagai pakan ternak, pupuk organik, serta peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Martin pada Rabu 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat setelah program KKN berakhir.
"Harapan kami, ilmu yang diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga program ini memiliki keberlanjutan dan manfaat jangka panjang," tambahnya.
Program inovasi tersebut mendapat respons positif dari pemerintah Desa Rumbai Jaya. Petugas Peternakan Desa Rumbai Jaya, Agus Riyanto, menilai kehadiran mahasiswa KKN Unri memberikan motivasi baru bagi para peternak untuk mencari solusi dalam menghadapi tantangan biaya produksi.
"Anggota kelompok sangat mendukung adanya program ini dari adik-adik KKN. Ini sangat baik untuk menambah wawasan dan mendorong peternak agar terus berinovasi," ujar Agus.
Menurutnya, budidaya maggot BSF menjadi salah satu alternatif yang sesuai dengan kebutuhan peternak karena mampu memanfaatkan limbah organik sekaligus menghasilkan pakan dengan kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi ternak.
Salah satu kelompok ternak yang menjadi mitra dalam program ini adalah Kelompok Ternak Tunas Muda Desa Rumbai Jaya. Kelompok tersebut telah terdaftar di tingkat Provinsi Riau dan menjadi kelompok ternak percontohan (inti) di Kabupaten Indragiri Hilir.
Ketua Kelompok Ternak Tunas Muda, Turiman, mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa Unri karena dinilai mampu membantu peternak dalam meningkatkan efisiensi pakan.
"Manfaatnya sangat banyak, terutama untuk pengembangan usaha kelompok dan melatih anggota agar mampu membuat pakan yang lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak sapi di kelompok Tunas Muda," jelas Turiman.
Ia mengungkapkan, kelompoknya terus mengalami perkembangan sejak berdiri pada 2015. Awalnya, kelompok tersebut mendapatkan bantuan 33 ekor sapi melalui program K2I tingkat provinsi, kemudian memperoleh tambahan 18 ekor sapi dari pemerintah kabupaten pada 2018/2019.
Saat ini, populasi ternak Kelompok Ternak Tunas Muda telah mencapai sekitar 125 ekor sapi. Perkembangan tersebut juga diikuti dengan peningkatan jumlah anggota dari awalnya 10 orang menjadi 52 anggota aktif melalui sistem pergiliran ternak atau guliran anak yang telah memasuki generasi kelima (F5).
Sebagai kelompok ternak inti, Turiman berharap inovasi maggot BSF dapat diterapkan lebih luas oleh masyarakat.
"Kami di sini ditunjuk sebagai kelompok inti. Bukan untuk mengajari, tetapi mengajak rekan-rekan peternak untuk saling belajar bersama agar dapat meningkatkan taraf hidup melalui usaha peternakan," ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Unri, pemerintah desa, petugas teknis peternakan, dan Kelompok Ternak Tunas Muda, Desa Rumbai Jaya mulai mengembangkan konsep peternakan mandiri pakan yang ramah lingkungan dan berpotensi menjadi contoh bagi desa lain di Provinsi Riau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....