Bogor Perkuat Kolaborasi Petani dan Industri untuk Wujudkan Kota Gastronomi

  • 16 Jul 2026 18:40 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kota Bogor terus memperkuat langkah menuju kota gastronomi dengan membangun sinergi antara petani, pelaku industri kuliner, pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengangkat kekayaan pangan lokal menjadi identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ketua Forum Gastronomi Kota Bogor, Haidar, mengatakan gastronomi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar aktivitas menikmati makanan. Menurutnya, gastronomi merupakan perpaduan antara budaya, sejarah, tradisi, hingga proses pengolahan bahan pangan yang menjadi ciri khas suatu daerah.

"Gastronomi bukan hanya soal makanan yang tersaji di meja, tetapi juga tentang budaya, sejarah, tradisi, serta perjalanan bahan pangan dari hulu hingga hilir yang membentuk identitas suatu daerah," ujar Haidar.

Ia menilai Bogor memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang sebagai kota gastronomi. Selain dikenal memiliki hasil pertanian yang melimpah, Bogor juga memiliki warisan budaya pangan yang telah tumbuh dan berkembang sejak lama.

"Bogor memiliki kekayaan pangan lokal yang luar biasa. Potensi ini perlu diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah," katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Kota Bogor, Sion Samosir, menilai petani memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem gastronomi. Menurutnya, kualitas kuliner tidak dapat dipisahkan dari kualitas bahan baku yang dihasilkan para petani.

"Petani merupakan fondasi utama dalam rantai gastronomi. Jika bahan baku yang dihasilkan berkualitas, maka produk kuliner yang tercipta juga akan memiliki nilai yang lebih tinggi," ujar Sion.

Ia menambahkan, kerja sama yang lebih erat antara petani dan pelaku industri akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, mulai dari kepastian pasar bagi petani hingga ketersediaan bahan baku lokal yang segar dan berkelanjutan bagi industri kuliner. Di sisi hilir, praktisi kuliner Vicky Mulyadi Putra menilai penggunaan bahan pangan lokal seperti talas, pala, rempah-rempah, sayuran, hingga buah-buahan khas Bogor merupakan langkah penting dalam membangun identitas kuliner daerah.

"Ketika restoran, hotel, dan pelaku UMKM lebih banyak memanfaatkan hasil panen petani lokal, manfaatnya tidak hanya dirasakan konsumen melalui kualitas makanan yang lebih segar, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta menggerakkan roda perekonomian daerah," kata Vicky.

Kolaborasi dari hulu hingga hilir tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Bogor sebagai kota gastronomi. Seluruh pihak berharap sinergi ini terus diperkuat agar Bogor tidak hanya dikenal karena ragam kulinernya, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengangkat kekayaan pangan lokal menjadi identitas budaya, daya tarik wisata, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....