Warga Bengkulu Nobar Semifinal Piala Dunia
- 16 Jul 2026 08:37 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Suasana haru, tegang, dan penuh sorak sorai menyelimuti Aula dan Lapangan Gedung Merah Putih Bengkulu pada Kamis dini hari 16 Juli 2026. Ratusan warga bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dan unsur Forkopimda memadati lokasi untuk menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina.
Kegiatan nonton bareng tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat, Dandim 0407/Kota Bengkulu Kolonel Inf. Condro Edi Wibowo, perwakilan Forkopimda. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para Asisten, Staf Ahli, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bengkulu.
Pertandingan berlangsung menegangkan, terutama bagi para pendukung Argentina yang mendominasi area nobar. Tim Tango sempat tertinggal lebih dahulu setelah pemain Inggris, Anthony Gordon, mencetak gol pada menit ke-55.
Gol tersebut membuat suasana di lokasi sempat hening, namun harapan para pendukung Argentina kembali hidup setelah Enzo Fernandez mencetak gol penyama kedudukan menjelang akhir pertandingan. Euforia pun pecah ketika Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa injury time dan memastikan Argentina menang 2-1 sekaligus melaju ke partai final.
Usai pertandingan, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya mendorong pergerakan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan pelaku UMKM.
"Yang pertama, ini kita nobar untuk hiburan rakyat, selain itu, dari Pak Mendagri, Pak Kapolri, kemudian Panglima TNI meminta kita untuk membangkitkan UMKM," ujar Dedy, Kamis 16 Juli 2026.
Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan warga tersebut memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kecil yang berjualan di sekitar lokasi acara. Dedy juga menilai pertandingan semifinal tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola selalu menghadirkan kejutan hingga menit-menit terakhir, ia menyebut keberadaan Lionel Messi menjadi faktor penting yang mampu membangkitkan semangat tim Argentina saat berada dalam tekanan.
"Yang kedua, ini bola, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, namanya bola itu bundar, bisa berubah, tadinya pendukung Argentina mulai sepi. Tapi karena memang Messi dan tim luar biasa, sehingga bisa menang. Dan inilah permainan, dan di detik-detik akhir bisa berubah," katanya.
Kemenangan Argentina disambut meriah oleh para pendukung yang memadati lokasi nobar. Sorak sorai, tepuk tangan, dan yel-yel kemenangan menggema sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Pada kesempatan itu, Dedy juga mengajak masyarakat untuk kembali memeriahkan agenda nobar final Piala Dunia 2026 yang direncanakan berlangsung lebih besar di kawasan Simpang Lima Bengkulu. Laga final diperkirakan akan mempertemukan Argentina melawan Spanyol yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Prancis di semifinal.
"Yang pasti, jangan lupa kita nobar di Simpang Lima, didukung oleh Pak Kapolda, Pak Kapolres, Pak Danrem, Pak Gubernur, Pak Dandim juga, Pak Kajati juga. Semuanya, kita saksikan laga final seru, Argentina melawan Spanyol," tuturnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, nobar semifinal Piala Dunia di Bengkulu tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola. Tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....