Lapas Kelas IIB Serui Optimalkan Program Pembinaan Ditengah Efisiensi Anggaran

  • 16 Jul 2026 06:41 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Lapas Kelas IIB Serui mengoptimalkan program pembinaan ketahanan pangan dengan melibatkan 13 warga binaan di bidang pertanian yang terbagi dalam empat kelompok.
  • Program pelatihan mencakup budidaya ikan air tawar (lele dan mujair), pelatihan pangkas rambut, dan kerajinan dari daur ulang sampah plastik untuk meningkatkan keterampilan warga binaan.
  • Hasil produksi pertanian dan budidaya ikan sudah dipasarkan ke pasar dan warung makan dengan penerapan standar keselamatan kerja dan pengawasan langsung dari petugas lapas.

RRI.CO.ID, Serui - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Serui tetap berkomitmen mengoptimalkan program pembinaan bagi warga binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan keterampilan di bidang ketahanan pangan sebagai bekal bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Serui, Viktor Worabai, dalam Program SANKSI di RRI Serui, Rabu 15 Juli 2026, mengatakan pihaknya terus mengembangkan berbagai program pembinaan sesuai potensi yang dimiliki warga binaan.

Menurut Viktor, saat ini terdapat 13 warga binaan yang mengikuti pembinaan di bidang pertanian dan dibagi ke dalam empat kelompok. Selain itu, terdapat dua warga binaan yang dibina pada bidang perikanan budidaya air tawar, khususnya ikan lele dan mujair, serta dua warga binaan yang mengikuti pelatihan pangkas rambut. Lapas juga mengembangkan kerajinan suvenir berbahan dasar daur ulang sampah plastik.

"Warga binaan punya banyak potensi. Ada 13 orang di bidang pertanian yang dibagi dalam empat kelompok. Kemudian di bidang perikanan, khusus budidaya ikan air tawar seperti lele dan mujair ada dua orang, dan pelatihan pangkas rambut diikuti dua orang. Selain itu, kami juga membina keterampilan membuat suvenir dari bahan daur ulang sampah plastik," ujar Viktor.

Ia menjelaskan, hasil pertanian berupa kangkung darat serta hasil budidaya ikan lele dan mujair dipasarkan langsung ke pasar maupun warung makan dengan harga yang terjangkau. Meskipun hasil produksi belum terlalu banyak, program tersebut menunjukkan bahwa warga binaan mampu menjalankan pembinaan di bidang ketahanan pangan secara produktif.

"Memang hasilnya belum banyak, tetapi produk pertanian dan budidaya ikan sudah bisa dipasarkan. Ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu mengikuti program pembinaan dengan baik sekaligus memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti," katanya.

Dalam pelaksanaan program pembinaan, Lapas Kelas IIB Serui juga menerapkan standar keselamatan kerja bagi warga binaan. Khusus pada kegiatan pertanian, warga binaan dibekali peralatan kerja dan alat pelindung diri (APD), seperti sepatu bot dan sarung tangan. Selama kegiatan berlangsung, petugas lapas melakukan pengawasan secara langsung untuk memastikan keamanan warga binaan, terutama saat menjalankan aktivitas di luar lingkungan lapas.

Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Lapas Kelas IIB Serui berharap warga binaan dapat memiliki bekal keterampilan dan kemandirian sehingga mampu kembali menjalani kehidupan secara normal, produktif, dan diterima di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....