Gubernur Sumsel Herman Deru Cek Antrean Biosolar di Enam SPBU

  • 16 Jul 2026 02:52 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau enam SPBU di tiga kabupaten untuk mengevaluasi penyebab antrean panjang Biosolar bersubsidi yang memicu kemacetan.
  • Pemerintah merumuskan solusi percepatan distribusi meliputi optimalisasi operasional 24 jam, penambahan pasokan Biosolar, penambahan jalur logistik, dan penggunaan nozzle lebih panjang untuk pengisian dua sisi kendaraan.
  • Gubernur mengimbau masyarakat tidak membeli BBM berlebihan dan meminta pengguna yang tidak berhak menggunakan Biosolar untuk beralih ke bahan bakar sesuai peruntukannya agar penyaluran tepat sasaran.
  • Pemerintah mempertimbangkan tingginya mobilitas kendaraan logistik dari luar Sumatera Selatan sebagai faktor dalam penetapan kuota dan distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut.

RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meninjau enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir, Selasa, 14 Juli 2026. Peninjauan dilakukan untuk mengevaluasi penyebab antrean panjang Biosolar bersubsidi yang memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Kunjungan tersebut melibatkan PT Pertamina, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kepolisian, serta instansi terkait. Pemerintah ingin memastikan kondisi di lapangan sekaligus merumuskan solusi yang tepat untuk memperlancar distribusi Biosolar.

Hasil peninjauan melahirkan sejumlah langkah percepatan distribusi BBM bersubsidi. Di antaranya mengoptimalkan operasional SPBU selama 24 jam, menjamin pasokan Biosolar, menambah distribusi pada jalur logistik, serta mengusulkan penggunaan nozzle lebih panjang agar pengisian dapat dilakukan dari dua sisi kendaraan.

Pemerintah juga meminta kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar SPBU. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan sekaligus mencegah kemacetan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

"Hari ini kami turun langsung ke lapangan bersama Pertamina, BPH Migas, aparat kepolisian, dan instansi terkait. Saya ingin melihat fakta di lapangan agar solusi yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil," ujar Herman Deru.

Gubernur juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia meminta pengguna kendaraan yang tidak berhak menerima Biosolar bersubsidi menggunakan bahan bakar sesuai peruntukannya agar penyaluran tetap tepat sasaran.

Menurut Herman Deru, distribusi Biosolar di Sumatera Selatan turut dipengaruhi tingginya mobilitas kendaraan logistik dari luar daerah yang melintasi wilayah tersebut. Kondisi itu perlu menjadi pertimbangan dalam penetapan kuota dan distribusi BBM bersubsidi.

"Kebutuhan kendaraan logistik dari luar Sumatera Selatan juga harus diperhitungkan dalam distribusi pasokan BBM. Kami telah berkoordinasi dengan BPH Migas agar penyaluran di sektor hilir dapat ditambah sesuai kebutuhan," katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap sinergi bersama Pertamina, BPH Migas, dan aparat kepolisian mampu mengurangi antrean kendaraan di SPBU. Langkah tersebut juga diharapkan menjaga kelancaran distribusi Biosolar bersubsidi serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....