Program Skrining Kesehatan Diharapkan Tingkatkan Kesadaran Warga

  • 16 Jul 2026 01:36 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan skrining kesehatan secara rutin di puskesmas sebagai langkah mendeteksi penyakit sejak dini. Pemeriksaan kesehatan berkala dinilai dapat meningkatkan peluang penanganan lebih cepat sekaligus mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat.

Kepala Puskesmas Bogor Utara, drg. Astrid Dewi Prabaningtyas, MKM, mengatakan puskesmas terus memperluas akses skrining kesehatan karena masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan layanan tersebut akibat kesibukan sehari-hari.

"Kita sudah ada 25 puskesmas di Kota Bogor, tapi bagaimana caranya masyarakat mau melakukan deteksi dini. Mereka sibuk sekolah, sibuk kerja, mungkin sibuk aktivitas rutin. Karena itu kita terus mempromosikan layanan skrining yang ada di puskesmas," ujarnya dalam Dialog Astacita Bogor Pagi Ini pada Selasa, 14 Juli 2026.

Astrid menjelaskan pemerintah juga menghadirkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa harus menunggu momen ulang tahun. Program tersebut menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia, dengan beberapa paket pemeriksaan sesuai sasaran.

Menurutnya, skrining yang tersedia meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, gula darah sewaktu, hingga pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun yang memiliki riwayat hipertensi. Selain itu, perempuan yang telah menikah juga dapat menjalani pemeriksaan payudara sebagai bagian dari deteksi dini kanker.

Tidak hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas, tenaga kesehatan juga melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi rumah warga untuk memberikan layanan skrining kepada kelompok sasaran yang belum sempat berkunjung ke fasilitas kesehatan.

"Kalau siangnya tidak datang, kita datang ke rumah-rumah warga. Jadi sasaran kita mulai dari bayi sampai lansia supaya semakin banyak warga yang bisa menjalani skrining kesehatan," katanya.

Astrid menegaskan, masyarakat yang hasil pemeriksaannya menunjukkan faktor risiko penyakit tidak langsung dilepas begitu saja. Puskesmas akan memberikan edukasi, pemantauan, serta penatalaksanaan sesuai kondisi pasien agar penanganan berjalan hingga tuntas.

"Kita tidak melakukan pendekatan hit and run. Jadi setelah ditemukan hasil pemeriksaan, pasien tetap didampingi dan ditatalaksana sampai selesai sesuai kebutuhannya," ucapnya.

Selain skrining kesehatan, Astrid mengatakan puskesmas juga secara rutin menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Kegiatan tersebut dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan melibatkan kecamatan, kelurahan, RT, RW, dan kader kesehatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan stok darah.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia di puskesmas setidaknya satu kali dalam setahun. Menurutnya, langkah tersebut menjadi investasi penting untuk menjaga kesehatan karena penyakit dapat diketahui lebih awal sebelum menimbulkan komplikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....