Diskominfo OKI Bekali Siswa SMA Negeri 1 Kayuagung Etika Digital di MPLS

  • 16 Jul 2026 13:11 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Diskominfo Kabupaten OKI membekali siswa baru SMA Negeri 1 Kayuagung dengan pemahaman etika digital dalam kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 untuk membentuk Pahlawan Digital yang bertanggung jawab.
  • Kepala Diskominfo Adi Yanto menekankan bahwa jejak digital adalah cerminan karakter dan setiap unggahan, komentar, atau bagian akan memengaruhi masa depan pelajar.
  • Materi pembekalan mencakup komunikasi sopan, menjaga data pribadi, berpikir kritis, menolak hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, dan pemanfaatan internet untuk belajar dan berinovasi.

RRI.CO.ID, OKI - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir membekali siswa baru SMA Negeri 1 Kayuagung, Rabu, 15 Juli 2026 dengan pemahaman etika digital. Pembekalan diberikan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027.

Program tersebut bertujuan membentuk pelajar yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Pemerintah juga mendorong lahirnya generasi muda berkarakter sebagai Pahlawan Digital.

Kepala Diskominfo Kabupaten OKI, Adi Yanto, mengatakan kemampuan digital harus diimbangi etika dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

"Jejak digital adalah cerminan karakter. Apa yang kita unggah, komentari, maupun bagikan akan menjadi rekam jejak yang dapat memengaruhi masa depan," ujarnya.

Adi mengajak pelajar memanfaatkan media digital untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan hal-hal yang bermanfaat. Ia menilai ruang digital harus menjadi sarana membangun prestasi dan kreativitas.

"Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Terapkan prinsip berpikir sebelum mengunggah karena setiap tindakan di dunia digital memiliki konsekuensi," katanya.

Ia menjelaskan etika digital mencakup komunikasi yang santun, perlindungan data pribadi, serta kemampuan menyaring informasi. Pelajar juga diminta menolak hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber.

Peserta menerima materi tentang keamanan akun, jejak digital, etika bermedia sosial, dan ancaman kejahatan siber. Mereka juga dibekali pemanfaatan internet sebagai sarana belajar, berinovasi, dan meraih prestasi.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme siswa yang aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan di ruang digital. Diskusi membahas keamanan media sosial, cara mengenali hoaks, dan membangun citra diri yang positif.

Diskominfo Kabupaten OKI berharap pembekalan tersebut melahirkan pelajar yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab di ruang digital. Upaya itu diharapkan memperkuat ekosistem digital yang aman, sehat, produktif, dan beretika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....