Pemprov Bengkulu Siapkan Pembangunan Pabrik Biodiesel untuk Tingkatkan PAD

  • 15 Jul 2026 21:44 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengoptimalkan potensi crude palm oil (CPO) melalui rencana pembangunan pabrik biodiesel. Langkah tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit yang menjadi salah satu sektor unggulan daerah.

Bengkulu merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit dengan sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tersebar di hampir seluruh kabupaten. Selama ini, sebagian besar produksi CPO masih dikirim ke luar daerah untuk diolah lebih lanjut sehingga nilai tambah dari komoditas tersebut belum sepenuhnya dinikmati Bengkulu.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah melakukan pendataan terhadap produksi CPO di setiap PKS. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi ketersediaan bahan baku sekaligus menghitung kelayakan pembangunan pabrik biodiesel di daerah.

Menurut Herwan, data produksi CPO nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun kajian dan perencanaan pembangunan pabrik biodiesel. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan baku dapat memenuhi kebutuhan produksi sehingga investasi yang dilakukan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Hasil pendataan tersebut juga akan menjadi bahan usulan Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada pemerintah pusat dan calon investor. Melalui dukungan kebijakan serta investasi, pembangunan pabrik biodiesel diharapkan dapat segera direalisasikan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu merencanakan pembangunan pabrik biodiesel berada di kawasan industri yang saat ini juga tengah dipersiapkan. Penempatan di kawasan industri diharapkan dapat mendukung efisiensi produksi sekaligus mempermudah pengembangan infrastruktur dan akses distribusi.

Dengan adanya pabrik biodiesel, pemerintah berharap pengolahan CPO dapat dilakukan lebih banyak di dalam daerah sehingga menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi baru. Selain meningkatkan PAD, pengembangan industri hilirisasi sawit juga diharapkan mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian Provinsi Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....