Pentingnya Budaya Sadar Risiko Bencana Sejak Dini
- 15 Jul 2026 20:12 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Secara geografis berada di kawasan rawan bencana yang memiliki potensi gempa bumi, tsunami, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjadi kurikulum kehidupan yang esensial bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Gunungsitoli.
Menyadari urgensi tersebut Satuan Pendidikan SMK Swasta Pembda Nias meminta kerjasama kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli menjadi narasumber dan Instruktur untuk memberikan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi dalam menghadapi Bencana.
Sosialisasi ini sekaligus sebagai pengenalan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di tingkat Satuan Pendidikan. Hal ini bertujuan membangun budaya sadar bencana sejak dini bagi siswa dan menjadikan kurikulum kehidupan yang esensial bagi seluruh warga sekolah di tingkat satuan pendidikan.
Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli mengambil langkah proaktif dengan menyambangi secara dialogis sejumlah sekolah di wilayah Kota Gunungsitoli untuk menggelar edukasi kesiapsiagaan secara masif dan berkelanjutan, langkah strategis ini diintegrasikan langsung ke dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik di Satuan Pendidikan SMK Swasta Pembda Nias, Rabu 15 Juli 2026.
Upaya ini dinilai sebagai momentum paling efektif untuk menanamkan budaya sadar risiko bencana sejak dini. Sepanjang sesi sosialisasi, para peserta didik dibekali pemahaman komprehensif mengenai ragam potensi ancaman alam yang mengintai wilayah Kota Gunungsitoli baik yang sudah pernah terjadi sebelumnya maupun kesiapsiagaan bencana alam yang akan datang.
Materi yang disajikan mencakup konsep dasar pengurangan risiko bencana, pemetaan jalur evakuasi yang aman di lingkungan sekolah hingga simulasi taktis penyelamatan diri saat menghadapi guncangan gempa bumi, ancaman tsunami, maupun bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., disela ruang diskusi menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi kebencanaan harus menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami, dengan adanya kegiatan literasi kebencanaan ini.
BPBD Kota Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda sebagai langkah preventif dalam menghadapi potensi bencana dengan berpedoman pada tiga pilar utama yaitu fasilitas sekolah yang aman, manajemen penanggulangan darurat, dan edukasi pengurangan risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....