Program KREASI Gelar Pelatihan Pembelajaran Sejawat
- 16 Jul 2026 07:50 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan – Program KREASI Save the Children menggelar Pelatihan Pembelajaran Sejawat Bagi Fasilitator Kelompok atau Principal Professional Development (PPD) pada 15-16 Juli 2026 di Hotel Yonas, Teluk Dalam. Pelatihan ini diikuti 12 Peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Pengawas dan mewakili Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan.
Para peserta yang mengikuti pelatihan dipilih untuk menjadi fasilitator kelompok yang nantinya bertugas memandu dan mendampingi pelaksanaan pembelajaran sejawat di kelompok yang telah dibentuk. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Fadlin Gea, S.Pd.
Sebelum memulai kegiatan, PPD Coordinator Program KREASI, Adi Sinaga menjelaskan bahwa Program KREASI yang berlangsung pada periode 2026 hingga hampir 2028 memiliki tujuan besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian keterampilan dasar peserta didik pada jenjang pra sekolah dan Sekolah Dasar di Indonesia. Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam program tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya pembelajaran yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
“Jadi untuk jenjang SD terutama di kelas awal, yaitu kelas 1, 2, 3 kita ingin memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Tiga hal inilah yang menjadi tujuan kita kedepan,” ujarnya saat pembukaan pelatihan, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menekankan pentingnya peran Kepala Sekolah dalam melakukan supervisi terhadap proses pembelajaran di kelas. Melalui supervisi tersebut, Kepala Sekolah diharapkan memastikan bahwa Guru telah menerapkan pembelajaran literasi dan numerasi secara efektif serta mendorong peserta didik untuk memahami materi secara mendalam, bukan sekadar menghafal.
Selain itu, pembelajaran matematika diharapkan mampu membangun pemahaman konsep dasar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis sehingga proses belajar tidak lagi didominasi metode ceramah.
“Kita mendorong anak berpikir kritis dan bertanya, agar anak-anak tidak hanya sekedar mendapatkan transfer ilmu. Kita ingin itu terbangun sehingga anak tidak melulu mendengarkan ceramah tanpa terlibat aktif didalamnya,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan bagi peserta didik yang masih mengalami ketertinggalan, tambah Adi, Program KREASI akan membentuk klub bermain literasi dan numerasi Catch Up Club (CUC) yang dilaksanakan di luar jam sekolah dengan pendampingan Guru. Melalui kegiatan tersebut, Program KREASI berupaya memberikan kesempatan belajar tambahan sekaligus menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh peserta didik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....