BPS Harus Membuat Masyarakat Percaya agar Data yang Didapat Sesuai Fakta

  • 15 Jul 2026 19:28 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dalam melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ketika ada rasa percaya, masyarakat akan jujur dalam memberikan datanya kepada petugas.

Pengamat Sosial dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Rianto, mengatakan secara sosial terjadi fenomena kekhawatiran di masayarakat ketika memberikan data yang sebenarnya dalam Sensus Ekonomi 2026. Masyarakat menyadari dalam sensus bukan hanya sekedar memberikan data tetapi juga ada pertimbangan resiko dan manfaat dari informasi yang diberikan.

“Karena itu, menjadi penting untuk meyakinkan masyarakat bahwa data yang diberikan akan digunakan sebagai mana mestinya dan tidak akan merugikan mereka,” ujar Rianto, Rabu, 15 Juli 2026.

Dari fenomena yang ada terkait dengan sensus ekonomi di masyarakat tingkat kepercayaan masyarakat menjadi sangat penting. Apalagi ditengah kondisi saat ini, bukan hanya kepercayaan terhadap petugas sensus akan tetapi juga kepercayaan terhadap negara.

Dilapangan, banyak pelaku usaha yang bertanya-tanya mengenai tujuan pelaksanaan sensus ekonomi. Dicontohkannya kekhawatiran data yang diberikan akan bocor, kemudian data yang diberikan berkaitan dengan pajak dan sebagainya.

Ditambah dengan maraknya kebocoran data masayarakat saat ini, sehingga membuat masyarakat bertanya apakah data yang diberikan benar-benar aman. Masyarakat akan mempertimbangkan kejujuran dalam memberikan informasi yang kemudian justru akan merugikan diri mereka sendiri.

“Kekhawatiran seperti inilah yang dapat menyebabakan data yang diberikan tidak selalu sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....