Kepala SDN 2 Bantan: Adiwiyata Tak Harus Mahal, Kolaborasi Jadi Kunci
- 15 Jul 2026 15:34 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Anggapan bahwa Program Adiwiyata membutuhkan biaya besar masih menjadi salah satu tantangan bagi sekolah untuk melanjutkan penilaian hingga tingkat nasional maupun Adiwiyata Mandiri. Padahal, penerapan budaya peduli lingkungan di sekolah dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak tanpa harus mengeluarkan anggaran yang besar.
Kepala SD Negeri 2 Bantan, Iriayana Ningsih, mengatakan keberhasilan Program Adiwiyata lebih ditentukan oleh komitmen seluruh warga sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan daripada besarnya dana yang dimiliki sekolah.
Menurutnya, sekolah dapat melibatkan komite, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan lingkungan. Salah satunya dengan memanfaatkan barang-barang bekas dari rumah untuk dijadikan media pembelajaran maupun sarana pendukung kegiatan peduli lingkungan.
"Kalau menurut saya, dana itu tidak semestinya harus dari sekolah semua. Kita bisa melibatkan komite sekolah dan wali murid. Mereka bisa membantu dengan membawa bahan-bahan bekas dari rumah. Dengan hal-hal sederhana sebenarnya kita sudah bisa menjadikan sekolah lebih asri tanpa mengeluarkan biaya yang besar," ujar Iriayana kepada RRI Bengkalis.
Ia menilai masih ada kepala sekolah yang menganggap Program Adiwiyata sebagai kegiatan yang membutuhkan anggaran besar sehingga ragu untuk mengikuti penilaian hingga tingkat nasional. Padahal, tujuan utama program tersebut bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan membangun kebiasaan warga sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Iriayana menambahkan, dukungan dari Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, komite sekolah, orang tua, serta masyarakat memiliki peran penting dalam menyukseskan Program Adiwiyata. Sinergi seluruh pihak dinilai mampu mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman sebagai tempat belajar.
Selain itu, ia berharap lebih banyak kegiatan sosialisasi dan penguatan bagi kepala sekolah mengenai Program Adiwiyata. Menurutnya, masih banyak sekolah yang sebenarnya telah memiliki lingkungan yang bersih dan asri, namun belum berani mengikuti penilaian karena menganggap prosesnya rumit dan membutuhkan biaya besar.
"Program Adiwiyata sebenarnya bukan lomba. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. Kalau semua pihak bergerak bersama, saya yakin akan semakin banyak sekolah yang mampu mengikuti Program Adiwiyata," katanya.
Ia berharap pengalaman SD Negeri 2 Bantan dalam mengembangkan Program Adiwiyata dapat menjadi motivasi bagi sekolah lain di Kabupaten Bengkalis untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui langkah-langkah sederhana, gotong royong, dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....