Sintang Innovation Challenge 2026 Resmi Dibuka, Pelajar hingga UMKM Bisa Ikut
- 15 Jul 2026 13:43 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Dalam mendorong lahirnya inovasi daerah berbasis kolaborasi dan konservasi guna mendukung pembangunan ekonomi hijau, Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) resmi meluncurkan Sintang Innovation Challenge 2026 melalui kegiatan kick off yang digelar di Pendopo Bupati Sintang, Rabu, 15 Juli 2026.
Kepala BRIDA Kabupaten Sintang, Deddy Irawan, mengatakan tema Sintang Innovation Challenge 2026 adalah "Green Innovation for Sustainable Sintang". Dikatakan Deddy, Kabupaten sintang memiliki Nilai Konservasi Tinggi, kawasan hutan kabupaten sintang memiliki luas sebesar 59% dari wilayah kabupaten Sintang sendiri, karena itu salah satu tujuan Sintang innovation Challenge adalah mendorong pertumbuhan ekonomi hijau daerah, dengan pemanfaatan potensi lokal.
Deddy menambahkan, Sintang Innovation Challenge terbuka bagi pelajar dan mahasiswa, pemuda dan komunitas, pelaku usaha, UMKM, wirausaha sosial, akademisi dan peneliti, hingga organisasi masyarakat sipil. Pendaftaran dibuka sejak pelaksanaan kick off hingga Agustus 2026, yang akan dilanjutkan dengan proses pendampingan bagi para pemenang. Pemenang nantinya akan ditampilkan pada ajang Festival Lestari yang dijadwalkan berlangsung bulan September 2026 di Kabupaten Sintang.
"Tahun 2026 ini kami membuka secara khusus lomba inovasi untuk masyarakat umum, sehingga kaum muda di Kabupaten Sintang dapat ikut serta dengan mengedepankan ekonomi hijau dan potensi lokal. Nantinya karya-karya terbaik akan ditampilkan pada Festival Lestari yang berlangsung pada 9 sampai 12 September 2026," ujar Deddy.
Antusiasme terhadap program ini datang dari kalangan pelajar. Salah seorang peserta kick off, Chalista Selsya Putri, siswi SMA Negeri 1 Sintang, menilai Sintang Innovation Challenge menjadi wadah yang tepat bagi generasi muda untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka.
"Menurut saya, Innovation Challenge ini merupakan langkah yang sangat tepat karena siswa diberi kesempatan untuk menyuarakan inovasi dan ide-ide kami. Banyak pelajar yang memiliki gagasan bagus, tetapi belum memiliki wadah untuk menyalurkannya. Saya berharap program ini terus berlanjut karena menjadi ruang yang sangat baik bagi inovasi siswa," kata Chalista.
Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengapresiasi BRIDA yang melibatkan pelajar dan mahasiswa dalam ajang tersebut. Ia berharap generasi muda mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi daerah, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan.
"Saya mengingatkan anak-anak muda untuk menjaga alam. Kita harus mampu memanfaatkan potensi yang ada tanpa merusak lingkungan, karena di situlah letak ekonomi hijau. Kolaborasi antara alam, inovasi, dan dukungan anggaran harus dijaga sebaik-baiknya agar membawa manfaat bagi Kabupaten Sintang," pesan Bala.
Melalui Sintang Innovation Challenge 2026, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap semakin banyak inovasi berbasis potensi lokal yang lahir dari berbagai kalangan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi upaya membangun budaya inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat posisi Sintang sebagai daerah yang mengedepankan konservasi dan ekonomi hijau. (din)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....