Pembinaan Atlet Kediri Diperketat lewat Evaluasi Berkala

  • 15 Jul 2026 13:08 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri akan memperketat pembinaan atlet melalui evaluasi berkala sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur X Tahun 2027. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus memastikan program latihan yang dijalankan setiap cabang olahraga berjalan sesuai target.

Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengatakan program pembinaan telah dimulai lebih awal melalui pemusatan latihan kabupaten (Puslatkab) yang diikuti sekitar 50 atlet peraih medali emas dan perak pada Porprov sebelumnya.

Menurutnya, jumlah tersebut masih berpeluang bertambah karena KONI terus memantau atlet-atlet potensial, termasuk peraih medali perunggu maupun atlet muda yang menunjukkan perkembangan selama masa latihan. "Cabang olahraga yang menjadi prioritas memang sudah menjalani pemusatan latihan jangka panjang. Namun, kami tetap melakukan pemantauan terhadap atlet lain yang memiliki potensi agar dapat bergabung apabila memenuhi kriteria," ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Selain melakukan pemantauan, KONI Kabupaten Kediri juga dihadapkan pada tantangan regenerasi atlet. Sejumlah atlet andalan dipastikan tidak dapat kembali memperkuat kontingen karena telah melewati batas usia yang ditentukan. Kondisi tersebut mendorong KONI untuk mempercepat pembinaan atlet muda agar mampu mengisi kekosongan dan menjaga daya saing Kabupaten Kediri pada ajang Porprov mendatang.

"Regenerasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Melalui pemusatan latihan ini kami ingin melihat sejauh mana kemampuan atlet-atlet baru sehingga mereka siap menggantikan atlet senior," kata Hakim.

Sebagai bagian dari proses pembinaan, KONI berencana menggelar tes parameter secara berkala, dengan evaluasi pertama dijadwalkan sekitar Oktober mendatang. Hasil tes tidak hanya digunakan untuk mengukur kondisi fisik dan perkembangan atlet, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas program pembinaan di masing-masing cabang olahraga.

"Evaluasi pertama direncanakan berlangsung sekitar tiga bulan setelah latihan dimulai, sehingga kami dapat mengetahui perkembangan atlet sekaligus menilai program latihan yang diterapkan," ujarnya.

Melalui pembinaan yang lebih terukur dan evaluasi secara rutin, KONI Kabupaten Kediri menargetkan mampu meningkatkan kualitas atlet sekaligus mewujudkan ambisi menembus lima besar klasemen Porprov Jawa Timur X Tahun 2027. "Kami berharap seluruh atlet semakin termotivasi untuk berlatih maksimal dan mampu membawa prestasi terbaik bagi Kabupaten Kediri," ucap Hakim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....